BNN Sintang Dialog dengan Mahasiswa

BNN Sintang Dialog dengan Mahasiswa

  Senin, 20 June 2016 08:58
INTERAKTIF: Kepala BNNK Sintang, Agus Akhmaddin menyampaikan materi saat dialog interaktif dengan mahasiswa se-perguruan tinggi di Sintang. FOTO IST

Berita Terkait

SINTANG - Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sintang menggelar dialog interaktif dengan mahasiswa antar perguruan tinggi se-Kabupaten Sintang, Jumat (17/6) malam. Diskusi antara BNN dengan mahasiswa itu menitik beratkan pada menangkal serta mencegah penyalagunaan narkotika di kalangan generasi muda.

Kepala BNNK Sintang, Agus Akhmaddin tampil sebagai pembicara dengan didampingi perwira Polres Sintang dari Satuan Reserse Narkotika. Dialog dipandu langsung kepala seksi pencegahan BNNK Sintang Hasan Basri.

Mengawali dialog, Agus mengatakan kalau penyalahgunaan narkotika mesti dilawan bersama. Menangani narkoba tidak cukup hanya jika BNN atau kepolisian saja. Namun seluruh elemen masyarakat mesti ikut terlibat. Tidak terkecuali para mahasiswa sebagai generasi muda. Dimana BNN menginginkan bisa berjalan selaras dengan mahasiswa dalam menyuarakan tentang bahaya serta ancaman narkotika.

Agus ikut mengupas tentang dampak negatif dari penyalahgunaan narkotika. Banyak kerugian ditimbulkan kalau menjadi pencandu. Fisik maupun psikis. Keduanya akan dirasakan secara langsung. Jika fisik, menurut Agus, pecandu dapat berisiko terkena penyakit kulit, salah satunya. Kemudian ancaman terpapar virus HIV/AIDS juga menanti, untuk penggunaan narkoba memakai jarum suntik. “Kalau psikis, yang jelas narkoba akan mempengaruhi kerja syaraf. Pecandu bisa menjadi tempramen,” kata Agus.

Selama berdialog, Agus tidak henti-hentinya menyapa mahasiswa, kemudian terus mengingatkan akan bahaya narkoba. Penjelasan yang diberikan Agus juga disertai  dengan contoh langsung melalui tampilan di slide. Bentuk dan jenis narkoba disampaikan kepada para mahasiswa. Kemudian pola-pola yang diperlukan dalam menangkal narkoba menjadi kupasan paling banyak disampaikan.

Sementara dari Satnarkoba Polres Sintang banyak menyampaikan tentang modus serta pengungkapan kasus narkoba di Sintang. Penjelasan juga mengupas mengenai letak geografis Sintang yang cukup terbuka, dimana sangat mudah diakses dari berbagai tempat. Akses moda transportasi ke Sintang juga banyak tersedia, baik menggunakan darat, udara, dan air. Jalur darat misalkan, dari Pontianak maupun kabupaten terdekat dapat dijangkau menggunakan kendaraan pribadi atau umum. Pontianak-Sintang jalur penerbangan sudah lancar.  Sementara transportasi air yakni kapal bandung rute Pontianak-Sintang.

Adapun dialog yang diselenggarakan BNNK Sintang ini, sangat mendapat apresiasi dari mahasiswa. Dimana sesi tanya jawab bahkan peserta (mahasiswa) meminta panitia menambah  waktunya. Kesempatan semula hanya satu sesi dengan tiga penanya. Namun peserta yang belum mendapat kesempatan mengusulkan sesi tanya jawab ditambah. Mereka tidak mempersalahkan acara selesai molor dari jadwal.

Sementara mahasiswa peserta dialog ini berasal dari perguruan tinggi di Sintang. Antara lain dari Sekolah tinggi ilmu  kesehatan (Stikes) Kapuas Raya Sintang, Sekolah Tinggi ilmu keguruan dan ilmu pendidikan (STKIP) Sintang, Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif (STAIMA) Sintang, dan Universitas Kapuas (UNka) Sintang. (stm)

Berita Terkait