BKKBN Gandeng Poltekes Kemenkes Lakukan SKAP

BKKBN Gandeng Poltekes Kemenkes Lakukan SKAP

  Selasa, 14 May 2019 10:20

Berita Terkait

PONTIANAK-Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Barat tahun ini menggandeng Politeknik Kesehatan (Poltekes Kemenkes) Pontianak untuk melakukan Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program (SKAP) Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Techincal Assistance (TA) Survey Kinerja Akuntabilitas Program (SKAP) KKBPK 2019 pada enumerator langsung diberikan oleh Deputi Bidang Pelatihan Pengembangan BKKBN, Muhammad Rizal M. Damanik, Senin (13/5).

Deputi Bidang Pelatihan Pengembangan BKKBN, Muhammad Rizal M. Damanik menjamin objektivitas dari Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program (SKAP) Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) 2019. Pelaksanaan SKAP ini tidak dilakukan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan tetapi oleh perguruan tinggi. Hal itu dilakukan untuk menjaga independensi dan kualitas.

Menurutnya survey yang dilakukan oleh pihak ke tiga akan menjadi acuan untuk melakukan tindak lanjut dari hasil survey tersebut.

Da juga memastikan tidak akan ada intervensi dari BKKBN untuk mengatur angka hasil dari survei tersebut. Hal itu dilakukan karena hasil dari SKAP akan menjadi dasar untuk menyusun RPJMN 2020-2024. Karena ke depannya tantangan yang dihadapi BKKBN masih akan tetap ada dan komplek.

Dirinya menyampaikan SKAP ini adalah alat dari BKKBN untuk menilai kinerja yang sudah dilaksanakan, dan juga dengan target yang sudah dibuat. BKKBN sudah mencanangkan di 2019 Total Fertility Rate atau Angka Kelahiran Total sebesar 2,1 yang sebelumnya pada 2015 2,6, ini dievaluasi melalui SKAP.

Ia menyampaikan semua pihak punya cita-cita 2045 Indonesia akan memanen generasi emas. Hal tersebut bukan cita-cita tanpa dasar akan tetapi pertimbangan yang memiliki dasar. Pada 2045 angkatan usia produktif akan mendominasi. 60 persen dari total penduduk Indonesia adalah usia produktif yang pada 2045 akan berusia 40 sampai 45 tahun.

"Generasi emas ini tidak datang begitu saja akan tetapi perlu dipersiapkan dan direncanakan. Pelaksanaan menuju generasi emas tidak mesti hanya oleh BKKBN akan tetapi perlu kerjasama dari pihak lainnya," tandasnya.(iza)

Berita Terkait