Bisa Nabung Beli Mobil Sendiri

Bisa Nabung Beli Mobil Sendiri

  Kamis, 3 December 2015 08:09
BERSAING SEHAT : Pemain di jasa ini kian bertambah. Jika dulu siswa mengantri untuk belajar, sekarang instruktur yang mengantri untuk mengajarkan siswa. Masing-masing memberikan layanan terbaiknya demi mendapatkan banyak peserta. FOTO MEIDY KHADAFI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PONTIANAK - Tak semua orang bisa menyetir mobil. Tetapi, ini berbanding terbalik dengan animo masyarakat yang ingin memiliki mobil. Pada dasarnya ini menjadi peluang untuk mendapatkan uang dngan menawarkan jasa kursus menyetir mobil. Jika kemampuan menyetir mobil cukup baik, maka Anda bisa menangkap peluang ini.

Peluang ini juga yang cepat ditangkap Iwan. Pria yang tinggal di Kota Baru ini menawarkan jasa kursus mobil yang tergabung di CV Terampil. Usaha ini dirintisnya sejak 10 tahun yang lalu. Awalnya,  Iwan adalah siswa di kursus menyetir mobil. Kemampuan Iwan selama belajar dianggap sangat baik, sehingga dia mendapatkan tawaran untuk menjadi instruktur di jasa ini.

Spontan saja Iwan mengiyakan tawaran itu. Apalagi ketika itu, pemain bisnis ini belum seramai sekarang. Dia mendapat bayaran Rp 7000 persiswa. Dan ini dilakoninya selam dua tahun. Namun Iwan jeli melihat peluang ini. Dia memutuskan tidak hanya menjadi instruktur saja. Justru dia berkeinginan menjadi pemilik usaha ini. Selama dua tahun, Iwan menabung hasil kerjanya.

Hasil tabungan itu sebagai uang muka pembelian mobil. Jika sebelumnya dia tidak memiliki mobil dan menjadi instruktur yang menerima upah. Sekarang dia sudah punya, meskipun setiap harus menyetor cicilan kredit mobil.  “Saya melihat ini peluang yang bagus, jadi kenapa tidak dimanfaatkan,” ujar dia.

Jasa ini laris manis. Iwan kebanjiran siswa. Mereka harus mengantri jika ingin belajar menyetir mobil. Wajar saja, ketika itu instruktur jasa ini belum ramai. Tidak seperti sekarang.Seiring berjalannya waktu, pemain pun kian bertambah. Diperkirakan ada lebih dari 20 unit mobil di kawasan GOR Pangsuma yang sudah siap untuk melatih siswa yang ingin belajar menyetir mobil. Bertambahnya pemain, membuat persaingan pun semakin ketat.

Jika dulu para siswa yang mengantri untuk belajar sekarang terbalik. Para instruktur yang mengantri untuk mengajarkan siswa. “Jika dulu instruktur harus mengajar hingga malam hari. Sekarang tidak lagi, karena siswa tidak seramai dulu,” ujarnya.  Kendati demikian Iwan sudah menuai hasil di jasa ini. Tidak hanya mobil, dia bahkan sudah membeli rumah dari omset yang diterima selama sebulan.

Untuk tarif yang ditawarkan sekitar Rp 1,3 juta. Tarif itu sudah lengkap, belajar menyetir dan SIM A. Jika siswa tidak ingin SIM, tarifnya hanya Rp 900 ribu saja. Meski dianggap menguntungkan, Iwan tak sembarangan menerima siswa. Khususnya itu dari kalangan pelajar. “Kalau usianya belum 17 tahun, tidak kami terima. Jika pun memaksa, bisa saja tapi tidak mendapatkan SIM. Hanya untuk mengenalkan saja,” tandasnya. (mse) 

Namun tarif yang diterima itu tidak semuanya untuk instruktur. Tarif itu untuk biaya pembuatan SIM. Kemudian perawatan mobil. Sisanya baru menjadi keuntungan bersih yang mesti disimpannya. (mse)

 

Berita Terkait