Bintitan pada Mata

Bintitan pada Mata

  Jumat, 2 September 2016 10:27

Berita Terkait

Benjolan pada bagian mata dikenal dengan istilah bintitan atau bintilan. Tak sedikit yang mengalaminya. Kondisi ini kerap dikaitkan dengan mitos di masyarakat. Padahal benjolan ini merupakan infeksi ringan pada kelenjar di kelopak mata dan membuat penderitanya merasa sakit.

 

Oleh : Marsita Riandini

 

“Ih, kamu bintitan! Pasti mengintip orang ya? Makanya jangan suka ngintip”. Kalimat ini sering didengar dan diterima mereka yang mengalami bintil atau bintit di kelopak matanya.

Berkembang mitos di masyarakat bahwa mereka yang menderita bintit sering mengintip orang mandi atau lainnya. Padahal kenyataannya tidak. Dokter spesialis mata, Sri Yuliani Elida menjelaskan bintitan merupakan kondisi ketika bagian mata seseorang tumbuh bintil yang menyakitkan berbentuk seperti jerawat atau tumbuh di tepi kelopak mata. 

“Istilah kedokterannya hordeolum. Salah jika orang menganggap itu karena mengintip orang. Penyebabnya karena adanya infeksi bakteri,  paling sering itu kumannya staphylococcus aureus,” jelas Sri yang ditemui di Klinik Pengobatan Mata Jalan Profesor Dr. Hamka ini.

Gejala-gejala hordeolum sangat mudah dikenali. Terdapat benjolan pada kelopak mata bagian atas atau bawah dan berwarna kemerahan. Adakalanya tampak bintil berwarna keputihan atau kekuningan disertai dengan pembengkakan kelopak mata. “Gejala awal biasanya gatal, kemerahan, dan timbul benjolan kecil lalu bisa membesar,” ungkap Sri.

Benjolan itu berisi nanah dan menyumbat di kelenjar kelopak mata hingga akhirnya terjadi infeksi. Itu sebabnya bisa terjadi pada bagian tepi maupun tengah karena kelenjar ada di seluruh kelopak mata.

“Benjolan itu seperti bisul yang tumbuh di bagian tempat lain. Lama-lama bisa membesar,” paparnya.

Ketika terjadi benjolan di bagian mata sebaiknya jangan dikucek, walaupun terasa gatal. Hal yang bisa dilakukan adalan memberi kompres pada bagian luar mata dengan air hangat untuk mengurangi rasa gatalnya.

Tak hanya orangtua, anak-anak pun bisa terkena bintitan. Bahkan, anak-anak lebih banyak mengalaminya. Salah satu faktornya karena pengaruh alergi.

“Semua usia bisa kena. Sebab bintitan bisa disebabkan oleh alergi. Kalau orang dewasa sudah tahu menghindari hal-hal yang menyebabkan mereka alergi,” jelasnya.

Dia mencontohkan penyebab alergi yang biasanya menimbulkan bintilan di kelopak mata seperti protein yang terdapat pada telur, telur ayam negeri, ayam negeri, snack, dan mie instan karena pengaruh penyedap rasanya. Bila sudah mengetahui pencetus alerginya, sebaiknya hindari atau mengurangi konsumsi makanan tersebut.

Selain alergi, kebiasaan bergadang juga bisa menyebabkan mata menjadi bintitan.

“Ini biasanya terjadi pada orang dewasa. Dia suka begadang, matanya lelah. Bisa juga karena pengaruh alergi makanan dan debu,” ulas dokter di Rumah Sakit Sultan Syarif Muhammad Alkadrie ini.

Bintitan yang terjadi dalam jangka waktu yang lama jarang sekali menimbulkan akibat yang lebih parah. Hanya saja yang harus diwaspadai bila terjadi benjolan secara berulang. Sebab ada beberapa penyakit lain yang gejalanya hampir sama dengan bintitan.

“Kalau benjolannya terjadi berulang, maka sebaiknya diwaspadai. Takut ada tumor atau penyakit yang berbahaya yang gejalanya seperti bintitan,” terang Yuli.

Proses pengobatannya akan diberikan antibiotik. Lama kelamaan benjolan akan mengempes sendiri. Namun, jika nanah pada benjolan itu sudah lama, bisa menyebabkan gumpalan lalu mengeras. Solusinya dilakukan operasi. “Operasinya sih tidak besar, hanya operasi lokal saja,” pungkasnya. **

 

Berita Terkait