Bijak Mengelola Keuangan Selama Ramadan

Bijak Mengelola Keuangan Selama Ramadan

  Senin, 14 May 2018 10:00

Berita Terkait

Ramadan bulan penuh berkah. Seluruh umat Islam menjalankan ibadah puasa. Kendati berpuasa, tak makan dan minum selama Ramadan, sebagian orang malah mengeluhkan pengeluaran menjadi lebih besar dari bulan-bulan lainnya. Apalagi jika tak bijak dalam mengelola keuangan, pengeluaran bisa bertambah berkali-kali lipat dari biasanya.  

Oleh : Ghea Lidyaza Safitri

Membatasi pengeluaran selama Ramadan secara hukum ekonomi syariah wajib dilakukan. Jika tidak membuat daftar yang jelas dalam menentukan prioritas selama Ramadan, akan berdampak fatal pada alokasi sumber keuangan, baik pribadi maupun keluarga.

Saat Ramadan tiba, masyarakat jauh lebih konsumtif. Kebanyakan orang cenderung mengutamakan keinginan daripada kebutuhan. Sering kali masyarakat berfikir harus menyiapkan sumber dana yang berlebih. Padahal dilihat dari sisi ekonomi persiapan Ramadan tak jauh berbeda.

Dosen Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Pontianak, Anggita Anggriana, SH., MH mengatakan perbedaan hanya terletak pada jiwa konsumtif seseorang yang cenderung meningkat saat Ramadan. Sehingga, perlu rasanya untuk membatasi pengeluaran, khususnya untuk hal-hal yang mengarah kepada sebuah keinginan, dibandingkan kebutuhan selama Bulan Ramadan.

"Supaya pengeluaran tidak terlalu besar dari biasanya, mulailah untuk membiasakan membuat rencana anggaran belanja yang tidak jauh beda dengan bulan-bulan biasa," ujarnya.

Menurut Anggita, seseorang perlu mengatur pengeluaran selama Ramadan. Tujuannya memberikan perlindungan secara sisi ekonomi. Seseorang bisa mengantisipasi kejadian di luar bayangannya. Misalnya, di bulan-bulan biasa seseorang membuat alokasi dana sebesar Rp500 ribu. Namun, saat Ramadan seseorang bisa menaikan alokasi dana sekitar Rp900 ribu.

Alasan menambah anggaran ini untuk persiapan acara seperti buka bersama, sahur bersama, dan sebagainya. Jika alokasi dana tersebut diatur semaksimal mungkin dengan segala kebutuhan yang tak terduga, kemungkinan besar seseorang bisa lebih hemat dalam menggunakan sumber dana selama Ramadan.

"Bijaklah untuk menggunakan atau mengeluarkan uang di luar kebutuhan prioritas kita," saran Anggita.

Sebagai pertimbangan pertama, besar anggaran harus disesuaikan dengan kondisi keluarga. Bahkan jumlah keluarga akan menentukan biaya kebutuhan dalam sebulan, khususnya di Ramadan. Kedua, dimungkinkan harga bahan pokok makanan akan melonjak naik.

Cara untuk menyiasatinya adalah melakukan persiapan belanja bahan makanan yang awet sebelum masuk bulan puasa. Misalnya, bumbu dapur dan bahan dasar seperti gula, garam, dan beras. Simpanlah bahan makanan ini di tempat yang baik agar kualitasnya tetap terjaga hingga Ramadan tiba.

Mengatur perencanaan agar tidak lapar mata juga wajib dilakukan. Mungkin akan terlihat sulit karena seseorang akan dipaksa untuk berpikir terlebih dahulu sebelum mengambil sebuah keputusan. Apalagi yang berkaitan dengan ekonomi. Tanyakan pada diri, apakah ini kebutuhan atau hanya sekedar keinginnan semata alias lapar mata.

Kalimat ini akan menjadi sebuah acuan bahwa seseorang sudah mulai belajar untuk mengendalikan diri agar tidak menjadi manusia konsumtif. Bagi orang-orang yang lapar mata, alangkah bijaknya meminta saudara atau kerabat yang tegas saat berbelaja. Cara ini ampuh untuk menjadi alarm sederhana agar seseorang bisa mengerem diri.

"Bahkan jika mengarah kepada hukum ekonomi syariah, apapun yang berlebihan pada dasarnya tidak baik," tambahnya.

Anggita menyarankan perlunya mengendalikan diri untuk tidak lapar mata saat berburu jajanan puasa. Tak mudah menahan rasa lapar saat melihat begitu banyaknya jajanan puasa yang tersaji dengan rapi. Namun, tanamkan dalam diri bahwa keinginan akan jauh lebih besar daripada kebutuhan. Kembali lagi pada pengendalian diri. Mulailah bijak untuk membeli jajanan dengan mengingat anggota keluarga.

Dari sisi ekonominya mulailah belajar menjatah. Untuk satu anggota keluarga minimal tidak lebih dari dua jajanan. Sikap tegas dalam menjatah jajanan adalah kunci utamanya. Hal ini akan sangat membantu menjaga kestabilan pengeluaran selama bulan puasa bagi orang-orang yang lapar mata. **

Berita Terkait