Bijak Kelola THR

Bijak Kelola THR

  Senin, 11 June 2018 10:57

Berita Terkait

Kehadiran THR (Tunjangan Hari Raya) disambut antusias oleh semua orang. Tambahan dana berdampak cukup besar di kantong dan membantu memenuhi kebutuhan di hari raya. Namun, pengelolaannya harus bijak agar tak habis sia-sia.

Siapa pun pasti gembira mendapatkan THR. Berbagai rencana pun disusun dalam penggunaannya. Namun, jika salah mengatur THR, urusan wajib yang semestinya dibayarkan malah terlewat lantaran lebih mementingkan urusan kebutuhan yang tidak penting. 

Perencana Keuangan, Rini Hastuti mengatakan, seiring meningkatnya kesejahteraan dan taraf hidup, baiknya saat ini bukan lagi waktunya menghabiskan dana THR untuk dibelanjakan berang konsumtif saja.

Rini menambahkan, yang perlu diperhatikan adalah THR sebenarnya tambahan pendapatan yang diperoleh di luar gaji. Bila dengan gaji bulanan kebutuhan pengeluaran bisa teratasi, THR akan menjadi kelebihan dana untuk membiayai pengeluaran ekstra yang terjadi menjelang hari raya. 

“Biasanya, harga kebutuhan pokok meningkat 10-20 persen menjelang hari raya, sehingga penggunaan THR seharusnya sudah mencakup hal-hal seperti itu,” ujarnya.

Salah satu hal yang harus dicermati ketika mengelola THR adalah dengan membereskan dahulu kebutuhan wajib. Setelah itu, barulah bisa mengalokasikan buat kebutuhan tambahan atau hari raya.

Untuk membayar zakat atau sedekah dan berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan, bisa diambil anggarannya dari THR. Rini melanjutkan, agar THR tidak habis “di tengah jalan”, disarankan tidak membeli keperluan untuk hari raya secara berlebihan. 

Lebaran juga tidak harus selalu memakai pakaian baru, sehingga biaya untuk baju baru bisa dikurangi. 

“Biasakan menyisihkan dana THR, misalnya 20 persen untuk ditabung atau diinvestasikan,” ujarnya. (mike dwi setiawati/sam/mam/JPG/jpnn)

Berita Terkait