Bijak Kelola Lahan Gambut

Bijak Kelola Lahan Gambut

  Jumat, 2 September 2016 10:31

Berita Terkait

PONTIANAK - Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya menilai efek kebakaran hutan dan lahan sangat luar biasa ketika terjadi di lahan gambut.

 
“Asap yang sangat mengganggu itu dari lahan gambut. Ini bukan hanya penyataan kami, tapi juga dari Menkopolhukam,” kata Christiandy usai melakukan evaluasi sekaligus pengecekan Pos Komando (Posko) Siaga Darurat Penanganan Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar, Rabu (31/8) siang.

Menurutnya, dengan mengetahui sumber utama dalam bencana kabut asap satgas yang dibentuk bisa fokus dalam penanganan kebakaran hutan dana lahan. Terutama di lahan gambut dan kawasan-kawasan yang berpotensi terbakar.

Dia menambahkan dalam penanganan kasus ini harus melihat semua aspek karena ada lintas kepentingan. Salah satunya kepentingan para petani yang berladang dengan cara tradisional.

Mereka membuka lahan dengan cara membakar. Akan tetapi, dia menilai penanganan kegiatan berladang yang membuka lahan dengan cara membakar di lahan keras tidak sama penanganannya dengan yang bergerak di lahan gambut.

“Kalau masyarakat yang menguasai lahan gambut, harus lebih hati-hati dan bijaksana mengelolanya,” kata dia.

Begitu juga dengan perusahaan. Dia mengingatkan agar perusahaan jika di dalam konsensinya ada lahan gambut maka harus lebih waspada

Selain itu, lanjut dia, dari evaluasi yang dilakukan itu bisa mengetahui apa yang sudah dicapai tahun lalu. Apakah berjalan efektif atau tidak.

“Jika efektif maka bisa terus dilakukan di tahun ini. Dan kita bersyukur dari pemerintah provinsi tanggap artinya Gubenrur sudah membuat keputusan siaga tanggap darurat,” ungkapnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalbar TTA Nyarong menyebutkan masih ada empat kabupaten/kota yang belum meningkatkan status wilayahnya untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan. Empat daerah itu, di antaranya Pontianak, Singkawang, Kayong Utara, dan Ketapang.(mse)

Berita Terkait