Bienvenida, La Pulga

Bienvenida, La Pulga

  Sabtu, 3 September 2016 09:37

MENDOZA – Tidak rugi jika Presiden Argentina Mauricio Macri sampai merayu Lionel Messi. Tidak rugi juga apabila pendukung Argentina sampai membentangkan spanduk di bandara Buenos Aires setelah timnasnya tiba dari Copa America Centenario di AS bulan Juni lalu. Jangan pergi Messi. Begitu isi spanduknya. Messi pun bertahan. Dan, kemarin WIB (2/9) Messi membayar semuanya. Berkat gol La Pulga – julukan Messi, Argentina mampu melanjutkan tren kemenangan di dalam kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Conmebol. Uruguay pun dipecundanginya via golnya pada menit ke-43.

 
            Begitu besarnya arti seorang Messi untuk Argentina, sampai-sampai setelah peluit panjang dibunyikan wasit Julio Bascunan (Cile) ada seorang fans Argentina menerobos masuk ke lapangan lalu bersimpuh di hadapan sang kapten kemudian hendak mencium kaki Messi. Ya, laga di Estadio Malvinas Argentina, Mendoza itu menjadi momen comeback Messi setelah menjilat ludahnya sendiri untuk pensiun dari timnas Argentina. Gol dari tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti tersebut sekaligus menandai koleksi ke-56-nya setelah 114 kali bermain.

            ''Kalian (Argentina) tidak akan dapat melepaskan diri dari Messi,'' ungkap pelatih Uruguay Oscar Washington Tabarez dikutip Soccerway. Argentina memang belum bisa melepaskan diri dari Messi. Dalam statistik ESPN tercatat, Argentina melakukan enam kali tembakan dari hanya satu yang on target. Satu tembakan on target itu Messi yang melakukannya. Penggawa Barcelona itu total membuat tiga kali tembakan. Bahkan, cukup dengan Messi permainan Argentina tidak goyah meskipun  harus bermain dengan sembilan pemain dalam 45 menit babak kedua.

            Itu terjadi usai Paulo Dybala mendapatkan kartu kuning kedua setelah melanggar gelandang timnas Uruguay Matias Corujo di akhir babak pertama. Menempatkan Diego Godin saja belum cukup mengganjal aksi comeback Messi. ''Semua Argentina mengalir dari Messi. Dia pemain yang tidak bisa kalian deskripsikan. Kalian hanya bisa melihat, mengagumi, dan memberinya seribu pujian,'' puji pelatih yang lahir di Montevideo 69 tahun silam itu.

            Messi menyatakan pensiun dari timnas Argentina pada 27 Juni lalu. Tepatnya di saat Argentina gagal menjuarai Copa America Centenario di AS bulan Juni lalu. Tetapi, atas bujukan dari Edgardo Bauza – nahkoda anyar Argentina – Messi pun memutuskan untuk kembali ke timnas Argentina lagi. ''Terima kasih atas kepercayaannya,'' ucapnya kepada TV Publica.

            Bersamaan dengan aksi comeback-nya ini, Messi menegaskan bahwa tidak ada maksud hatinya untuk mempermainkan hati orang Argentina. Setelah berkata pensiun lalu tiba-tiba memutuskan kembali lagi ke timnas Argentina. ''Yang saya rasakan saat itu hanya kecewa dengan apa yang telah terjadi. Setelah itu, saya mencoba memikirkan lagi (untuk balik ke timnas setelah banyak desakan),'' ungkap Messi. ''Terlebih setelah Paton (Bauza) menemui saya dan membicarakan tentang pilihan itu,'' lanjutnya.

            Kemenangan kemarin jadi kemenangan ketujuh Argentina dalam kualifikasi Piala Dunia 2018. Atau empat kemenangan beruntun Argentina sejak matchday keempat. Saat ini, Argentina untuk sementara menduduki puncak klasemen sementara kualifikasi Piala Dunia zona Conmebol dengan 14 poin.

            Argentina berpeluang memperlebar gap-nya dengan Uruguay dan Kolombia yang menempel posisi Argentina. Karena, pada matchday kedelapan nanti baik Uruguay atau Kolombia menghadapi lawan berat. Uruguay ditantang seteru abadinya Paraguay, lantas Los Cofeteros – julukan Kolombia – melawat ke Brasil.

            Sedangkan Argentina hanya melawan tim penghuni dasar klasemen sementara di kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Conmebol. Bedanya, Bauza harus waswas andaikan Argentina tidak diperkuat Messi. Bukan karena harus kembali ke Barcelona, tapi Messi mengalami cedera pasca laga kemarin.

            Bauza sedikit membocorkan, rasa nyeri di bagian pangkal paha kaptennya sudah dirasakan ketika laga memasuki sekitar menit ke-60. ''Hebat, dia tetap bermain hebat di saat dirinya sudah merasakan nyeri itu,'' ungkap pelatih yang ketika bermain hanya bisa mencatatkan tiga caps untuk Argentina itu.

            Kehilangan Messi bisa menjadi kehilangan ganda bagi Argentina. Terutama untuk lini serangnya setelah kartu merah Dybala. ''Untuk Paulo (Dybala) saya punya tiga atau empat opsi pengganti. Namun, apabila Messi pulih, kami tidak perlu banyak memikirkan perubahan komposisi,'' tegasnya. (ren)