Bicarakan Finansial Sebelum Menikah

Bicarakan Finansial Sebelum Menikah

  Sabtu, 18 June 2016 15:50

Memutuskan untuk menikah, ada banyak hal yang harus dipertimbangan. Termasuk masalah finansial rumah tangga. Membicarakan masalah keuangan terkadang membuat seseorang tidak merasa nyaman. Tapi perlu ada keterbukaan satu sama lain, agar menjalani rumah tangga lebih tenang.

Oleh : Marsita Riandini

Menjalani rumah tangga bagi setiap pasangan tentu berbeda-beda. Masalah yang ditimbulkan juga beragam. Alasan inilah yang membuat banyak orang memikirkan baik-baik sebelum menikah. Dalam rumah tangga juga tak lepas dari masalah finansial demi memenuhi segala kebutuhan.

Menanggapi hal tersebut, Maria Nofaola, S.Psi., M.Psi., Cht., Psikolog mengatakan bahwa tak ada salahnya sebelum menikah membicarakan masalah finansial. Sebab setiap perencanaan, baik ketika akan menikah, maupun saat berumah tangga akan bermuara pada keuangan. “Setelah menikah, kebutuhan menjadi kompleks. Mulai dari tempat tinggal, life style, dan kebutuhan lainnya. Apalagi jika setelah menikah, istri memilih untuk berhenti dari pekerjaan,” ucap Psikolog Klinis di Rumah Sakit Sultan Syarif Muhammad Alkadrie ini.

Jelang pernikahan, akan menghabiskan biaya yang cukup besar bagi setiap pasangan, terutama yang memilih konsep yang mewah.  “Penting tidaknya masalah finansial itu dibicarakan tergantung masing-masing pasangan. Seperti saat jelang pernikahan, apa konsep acara, berapa biaya yang dibutuhkan, jumlah dana yang tersedia, dan hal lain terkait pesta pernikahan,” jelas dia.

Salah satu solusi yang bisa dilakukan dengan mengajak pasangan menabung. Jika tidak, maka siap-siap selesai pernikahan, utang pun menumpuk karena anggaran tidak sesuai dengan pengeluaran. “Silahkan jika ingin menabung bersama. Tentukan kapan mulai menabung. Berapa besaran keuangan.  Misalnya, pria berapa dan wanitanya berapa setiap bulannya menabung,” saran dia.

Tak hanya disitu saja, setelah pesta pernikahan maka pasangan akan memasuki dunia pernikahan yang sesungguhnya. Bagaimana menjalani rumah tangga, dan mengatasi persoalan finansial. “Bagi pasangan yang berkecukupan, mungkin tidak ada masalah. Kebutuhan terpenuhi. Tetapi bagi yang pendapatannya tidak terlalu besar, tentu ini sangat penting. Agar mereka mampu mengatur keuangan dengan baik,” ulasnya.

Persoalan finansial semakin penting dibicarakan, lanjutnya ketika pasangan memilih untuk hidup mandiri dari keluarga. “Biaya tentu semakin besar, apalagi jika mereka memilih mengontrak. Bahkan ada pula yang harus hidup berjauhan dari orang tua. Misalnya, ikut suami kerja ke luar kota,” urai dia.

Apakah selesai sampai disitu saja? Ternyata tidak. Setiap pasangan akan memasuki tahapan-tahapan pernikahan. Setelah selesai dengan masalah tempat tinggal, kebutuhan lain kembali menghampiri. “Ketika mereka sudah punya anak, maka ada lagi tambahan pengeluaran. Belum lagi jika mengambil jasa pengasuh,” pungkasnya. **