BI Sebut Target Pertumbuhan Ekonomi Jokowi-JK Tahun Ini Tak Tercapai

BI Sebut Target Pertumbuhan Ekonomi Jokowi-JK Tahun Ini Tak Tercapai

  Kamis, 28 December 2017 17:01
Konferensi pers BI (Hana Adi/JawaPos.com)

Berita Terkait

Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,05 persen. Perkiraan itu jauh di bawah proyeksi pemerintah sebesar 5,1 persen.

Itu artinya, target pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam APBN sebesar 5,2 persen harus sirna. Hingga kuartal III-2017, pertumbuhan ekonomi baru mencapai 5,03 persen secara tahun kalender dan 5,06 persen di kuartal III.

"Tadi kami sampaikan pertumbuhan diproyeksikan 5,05 persen di akhir tahun," ujar Gubernur BI Agus Martowardojo di Komplek BI, Jakarta, Kamis (28/12).

Disamping itu, pihaknya juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,1-5,5 persen pada 2018. Mantan Menteri Keuangan ini optimis apabila pemerintah terus melakukan reformasi struktural baik secara fiskal maupun moneter, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tumbuh di atas 6 persen.

"Kemudian di 2018 antara 5,1-5,5 persen. Kami juga lihat di 2022 apabila reformasi terus dilakukan bisa 5,8-6,2 persen," tuturnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga memperkirakan inflasi hingga akhir tahun berada pada kisaran 3-3,5 persen. Dengan demikian, target tersebut sesuai dengan perkiraan pemerintah yang mematok inflasi sebesar 4 plus minus 1 persen.

Saat ini, tingkat inflasi tahun kalender (Januari–November) 2017 sebesar 2,87 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (November 2017 terhadap November 2016) sebesar 3,30 persen.

"Tahun 2022 diperkirakan 3 plus minus 1 persem (2 - 4 persen). Kami akan bekerja sama terus dengan pemerintah agar bisa mengontrol inflasi lebih baik lagi," pungkasnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait