BI Pontianak Kaget, Kebutuhan Uang Lebaran Capai Rp4,1 Triliun

BI Pontianak Kaget, Kebutuhan Uang Lebaran Capai Rp4,1 Triliun

  Sabtu, 30 June 2018 08:57
DEMI RUPIAH : Seorang bapak mendorong gerobak sampah di pinggir Jalan Gajahmada. Pekerjaan ini ia lakukan demi menyambung kehidupannya dan keluarga.

Berita Terkait

PONTIANAK – Daya beli masyarakat Kalimantan Barat meningkat cukup baik pada momen Ramadan dan Idulfitri 2018. Peredaran uang di masyarakat bahkan melebihi proyeksi Bank Indonesia. Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi Kalbar, Prijono mengatakan rata-rata uang keluar pada moment Ramadan-Lebaran mencapai Rp4,1 Triliun. Angka ini jau lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya.

BI sendiri menambah pasokan uang tunai dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat pada momen Ramadan dan Idulfitri. Prijono mengatakan selama Ramadan, pihaknya menyiapakan uang kartal   Rp3,2 triliun. Angka ini meningkat sekira 20 persen dari tahun sebelumnya yang hanya Rp2,7 triliun. “Pasokan uang tunai tersebut, selain mengikuti tren ekonomi di Kalbar juga melihat aspek lainnya seperti waktu bersamaan dengan momen pilkada,” katanya.

Sementara itu, dari sisi non tunai, infrastruktur dan layanan sistem pembayaran juga telah disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan transaksi pembayaran non tunai baik melalui sistem Real Time Gross Settlement (RTGS) maupun Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) khususnya dengan diimplementasikannya SKNBI.

“Persediaan uang ini dinilai sangat mencukupi dalam memenuhi proyeksi kebutuhan uang periode Ramadan dan Idulfitri, baik dari sisi jumlah total maupun jumlah per pecahan,” jelasnya. Optimalisasi layanan penukaran uang juga ditempuh dengan penyediaan kegiatan layanan kas luar kantor (kas titipan dan kas keliling) di beberapa kabupaten dan kota di Kalbar. Di Kota Pontianak sendiri, kas keliling di pasar-pasar dan tempat keramaian.

Berdasarkan data historis, pada periode Ramadan dan Idulfitri kebutuhan uang di masyarakat baik tunai maupun non tunai mengalami peningkatan, dipengaruhi oleh meningkatnya kegiatan transaksi di masyarakat. Untuk itu, dalam rangka memenuhi kebutuhan uang tunai, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar melakukan optimalisasi distribusi dan persediaan uang tunai,” sebut dia.

Sementara uang yang masuk per Jumat pekan lalu baru masuk sekitar 10 persen atau kurang lebih Rp 440 miliar dari uang yang keluar Rp 4,1 triliun. "Jika perkiraan kita itu di 3,2 triliun untuk puasa kita keluar, tetapi ternyata realisasi Rp4,1 triliun, cukup besar termasuk ada di kas titipan-titipan yaitu ada di Singkawang, Ketapang, Sintang dan Putusibau," ungkapnya.

Mengenai jumlah uang masuk, Prijono mengakui memang terjadi perlambatan, Pasalnya pada bulan ini tahun ini momennya cukup banyak, diantaranya Pilkada, tahun ajaran baru, dan momen lainnya. (ars)

Berita Terkait