BI Bangun PAUD di Kampung Transmigran

BI Bangun PAUD di Kampung Transmigran

  Selasa, 10 April 2018 11:00
RESMIKAN: Peresmian PAUD Mulia Kasih, Sebunga, Sajingan dihadiri Kepala BI Kalbar Prijono, Anggota DPR RI Michael Jeno, Kepala OJK Kalbar Rizky Purnomo serta Dirut Bank Kalbar Syamsir Ismail. ARISTONO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat menggelar Gerakan Peduli Perbatasan Pedalaman Pedesaan dan Kepulauan (GP4K) di Dusun Beruang, Desa Sebunga, Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Minggu (8/4). Salah satu bentuknya adalah memberikan bantuan untuk PAUD Mulia Kasih, di Dusun Beruang yang sebagian warganya adalah transmigran tersebut. 

Bantuan yang juga dilakukan oleh para mahasiswa penerima beasiswa BI, Generasi Baru Indonesia (Genbi) ini berupa renovasi gedung PAUD, pembangunan lapangan bermain bagi PAUD Mulia Kasih dan pengadaan perlengkapan sekolah.

Kepala Perwakilan BI Kalbar Prijono, Anggota DPR RI Komisi XI Michael Jeno, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kalbar Rizky Purnomo serta Dirut Bank Kalbar Syamsir Ismail hadir dalam peresmian tersebut. “Ini bentuk perhatian kami dalam rangka turut membantu pemerintah untuk masyarakat perbatasan,” ujar Prijono.

Menurutnya, pihaknya menyasar PAUD yang mulanya dibangun oleh Pemerintah Desa tersebut, lantaran menyadari pentingnya fasilitas pendidikan bagi kemajuan ekonomi bangsa. “Salah satu kunci kemajuan sebuah negara adalah sumber daya manusianya. Untuk membentuk SDM yang tangguh itu perlu sarana pendidikan, termasuk usia dini. Oleh sebab itu kami merasa terpanggil untuk turut membenahi PAUD ini,” ucap ia.

Dia berharap bantuan ini bisa meningkatkan kualitas pendidikan di PAUD. Oleh karena, anak-anak ini merupakan generasi penerus, sehingga pendidikan para generasi muda ini haruslah diperhatikan. “Semoga ini bisa dipakai dan dirawat,” ucapnya.

Di PAUD ini 20 anak yang semuanya berasal dari Dusun Beruang.  Sebelumnya kondisi PAUD agak memperihatinkan. Terutama bila hujan deras maka air hujan menggenangi seluruh ruang kelas. PAUD tersebut sudah berjalan hampir 5 tahun. Awalnya karena kepedulian ibu-ibu yang tergabung dalam PKK setempat karena anak-anak usia balita tidak ada pembimbingan.

Ketua PAUD Mulia Kasih Ana Sofia menuturkan, saat ini ada anak-anak yang dititipkan di PAUD tersebut lantaran kedua orangtuanya bekerja sebagai buruh perkebunan sawit di sekitar kampung mereka. "Orang tua mereka kebanyakan pekerja di perkebunan sawit sekitar," ujar Ana Sofia.

Ketua BPD Sebunga Yunirman menyampaikan rasa syukurnya kepada Bank Indonesia yang telah membantu pembangunan di PAUD. Oleh karena bila mengandalkan dana dari Pemerintahan Desa (Pemdes) tidak mencukupi. “Gedung yang dipakai PAUD ini dari sumbangsih desa. Kalau dari kami tentu memiliki keterbatasan, sehingga ini sangat membantu sekali,” pungkas dia. (ars)

Berita Terkait