Beton Rapuh, Tak Pernah Direhab Sejak 2010

Beton Rapuh, Tak Pernah Direhab Sejak 2010

  Selasa, 12 February 2019 08:56
RUNTUH: Bangunan bagian depan atau facade Kantor Cabang Pembantu BNI 46 Putussibau runtuh, kemarin. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Bangunan BNI 46 Runtuh

PUTUSSIBAU - Bangunan muka (facade) Kantor Cabang Pembantu BNI 46 Putussibau yang berada di Jalan Kom Yos Sudarso Putussibau runtuh, Senin (11/2) sekitar pukul 10.30 WIB. Untunglah para pegawai dan nasabah yang berada di dalam gedung cepat menyelamatkan diri sehingga tidak jatuh korban.

Tanda-tanda bahwa bangunan tersebut akan runtuh sempat membuat panik sejumlah nasabah dan pegawai bank.  “Saat kejadian, saya berada di dalam. Kami sempat panik. Pertama kaca-kaca mulai retak dan ada goncangan sampai ke dalam ruangan,” kata Iwan, salah satu nasabah BNI46 Putussibau saat ditemui di lokasi kejadian. 

Iwan menyebutkan, setelah mengetahui retaknya kaca, pihak bank kemudian memberikan peringatan agar para nasabah dan pegawai menyelamatkan diri melalui pintu belakang. Mereka pun bergegas mengikuti instruksi tersebut. 

Kepala Kantor Cabang Pembantu BNI 46 Putussibau, Eka Pranata mengatakan, sebelum bangunan tersebut runtuh, pihaknya memang sudah melakukan antisipasi. Selain meminta para pegawai dan nasabah menyelamatkan diri, ia juga meminta agar seluruh kendaraan yang ada di parkiran depan untuk dievakuasi. 

Sebetulnya, gelagat yang mengindikasikan bahwa bangunan tersebut akan runtuh sudah mulai terlihat sejak malam sebelumnya. “Sebenarnya dari tadi malam ada tanda-tanda retakan. Kemudian tadi pagi ada kaca yang pecah,” kata Eka saat ditemui wartawan, kemarin. 

Saat kejadian, menurutnya ada enam pegawai, dua satpam dan sejumlah nasabah di dalam bangunan tersebut. “Meskipun terasa sampai di dalam, alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” terangnya. Eka juga menyebutkan, robohnya facade ini disebabkan oleh rapuhnya beton penyangga dan selasar sehingga tidak mampu lagi menahan beratnya beban. 

“Beberapa hari ini Putussibau diguyur hujan. Saya sudah minta agar selasar diperbaiki. Tapi ternyata sudah keduluan,” kata Eka yang baru dua minggu menjabat sebagai Kepala Kantor Cabang Pembantu BNI 46 itu. Menurutnya, bangunan BNI 46 Putussibau ini sudah tergolong lama, yakni sejak 2010. Dari pertama kali dibangun, belum pernah dilakukan renovasi atau perbaikan. 

Akibat peristiwa ini, ia mengaku pihaknya mengalami kerugian yang cukup besar. “Kerugian diperkirakan antara Rp50 juta sampai 100 juta,”  ujarnya. Di samping itu, pihaknya juga terpaksa menghentikan layanan nasabah untuk sementara sampai proses sterilisasi selesai dilakukan. “Hari ini sebisa mungkin kami lakukan sterilisasi dulu. Kita bersihkan dulu,” jelasnya. 

Saat dikonfirmasi wartawan, Kapolsek Putussibau Utara, IPDA Aditya Bambang Sundawa mengatakan, tidak ada unsur kesengajaan dari peristiwa robohnya bangunan kantor Bank BNI Putussibau tersebut. Menurutnya, insiden itu terjadi karena usia bangunan yang sudah tua.

“Tidak ada unsur pidananya, karena memang kondisi bangunan BNI sudah tua,” kata Bambang, Senin (11/2).

Bambang juga memastikan bahwa tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Sebab, sebelum kejadian sudah ada tanda-tanda sehingga karyawan dan nasabah sempat menyelamatkan diri. (arf)

Berita Terkait