Besok Malam, Gerhana Bulan Parsial

Besok Malam, Gerhana Bulan Parsial

  Minggu, 6 Agustus 2017 09:00

Berita Terkait

Terlihat di Langit Pontianak Pukul 00.23-02.18 Wib

PONTIANAK- Fenomena alam langka kembali terjadi. Kali ini gerhana bulan parsial akan terjadi pada 7-8 Agustus yang dapat dilihat di seluruh langit Indonesia. Sementara di langit Pontianak, fenomena ini dapat dilihat mulai pukul 00:23 - 02.18 WIB.

Kepala Lapan (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) Pontianak Muzirwan mengatakan gerhana bulan parsial ini terjadi ketika bumi berada di antara matahari dan bulan. “Pada saat bersamaan purnama memasuki bayangan bumi,” ujar Muzirwan kepada Pontianak kemarin (5/8). 

Dua pekan setelah gerhana bulan, lanjutnya, posisi bulan berada di antara matahari dan bumi, sehingga bulan menghalangi cahaya matahari ke bumi. Saat itulah terjadi gerhana matahari. Gerhana matahari total akan melintasi Amerika Serikat pada 21 Agustus 2017 dan malam 22 Agustus waktu Indonesia.                        

Gerhana bulan parsial ini terjadi ketika bumi tidak seluruhnya menghalangi bulan dari sinar matahari, masih ada sebagian permukaan bulan yang lain berada di daerah penumbra. Hal ini membuat bulan akan tampak tergigit.“Yang spesial dari gerhana bulan parsial ini bahwa bulan tertutup 1/4 bagian selatan purnama,” kata Muzirwan saat dihubungi Pontianak Post.

Menurut Muzirwan, gerhana bulan sebagian terjadi pada 7-8 Agustus. Gerhana akan nampak terlihat di langit Pontianak mulai pukul 00:23-02.18 WIB yang dapat diamati juga di seluruh wilayah Indonesia mulai pukul 01:23-03.18 WIT 02:23-04.18 WIT.

  Gerhana akan mulai Senin malam (7/8) pada fase awal penumbra mulai pukul 22:50 WIB, pada fase berikutnya fase awal umbra 00:22 WIB. Dan fase puncak ketika mengalami kegelapan mulai pukul 01:20 WIB, dan  fase akhir umbra pukul  02:18 WIB

Dan berakhir pada fase akhir penumbra 03:50 WIB. “Peristiwa gerhana bulan parsial ini dapat dilihat dengan mata telanjang tanpa alat bantu seperti teleskop,” katanya. 

Gerhana bulan parsial ini tidak setiap bulan purnama akan terlihat. Hal itu terjadi karena bulan selalu bergerak mengelilingi bumi dengan kemiringan orbit sekitar lima derajat terhadap orbit bumi serta matahari. Sehingga hal tersebutlah yang menyebabkan bulan tidak selalu sejajar dengan bumi dan matahari.

Terjadinya gerhana bulan ini, juga termaktu dalam kalender NU/PBNU, Kalender  Lembaga Falakiah NU, Almanak Persatuan Islam (Persis) dan Nasa. Saat gerhana bulan parsial terjadi, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan sholat gerhana bulan secara berjamaah. (gef)

Berita Terkait