Besok, 141 Jemaah

Besok, 141 Jemaah

  Selasa, 31 July 2018 11:01
SUGENG/PONTIANAK POST LEPAS JAMAAH HAJI: Bupati Sanggau, Paulus Hadi saat melepas jemaah calon haji, kemarin. Berita lengkap baca di halaman 17 koran ini.

Berita Terkait

Calon Haji Berangkat

SINTANG-Sebanyak 141 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Sintang akan berangkat besok (1/8) menuju Pontianak. Acara pelepasan direncanakan akan digelar hari ini (31/7) di Kantor Bupati Sintang.

“Pada 1 Agustus 2018 akan berangkat ke Pontianak melalui Bandara Udara Tebelian Sintang,” ungkap Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Kantor Wilayah Kementerian Agama Kabupaten Sintang, Nurhadi, Senin (30/7) kepada Pontianak Post.

Jemaah yang terdiri dari 64 laki-laki dan 77 orang perempuan itu, akan dijadwalkan berangkat dari Pontianak menuju embarkasi Batam pada 2 Agustus 2018. sedangkan keberangkatan ke Mekkah, Arab Saudi pada 3 Agustus 2018.

Jemaah calon haji asal Sintang ini, kata dia, tergabung dalam kloter 15 gelombang kedua, bersama dengan jemaah calon haji asal Kota Pontianak dan Singkawang. Serangkaian proses ibadah di sana dipekirakan memakan waktu 20-25 hari.

Mereka akan pulang dari Mekkah pada 13 September menuju ke Batam. Selanjutnya tanggal 14 September pulang ke Pontianak, dan malam harinya langsung pulang ke Sintang.

Hingga H-2 keberangkatan, menurutnya belum mengalami pengurangan jumlah jemaah calon haji yang akan berangkat, yang diakibatkan sakit atau hal lainnya. Kondisi jemaah saat ini, berdasarkan tes kesehatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan, suluruh jamaah telah dinyatakan sehat dan bugar.

Adapun bagi jemaah yang memiliki potensi untuk sakit, maka pihaknya juga memastikan akan memberikan perhatian yang lebih. Dari total 141 jemaah itu, setidaknya ada dua jamaah yang dari sisi kesahatan harus dipantau. Itu kerena keduanya telah berusia lanjut.

Untuk monitoring kesehatan jamaah, tahun ini pemeirntah pusat menyediakan kartu kesehatan berbasis barcode. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, catatan kesehatan jemaah masih menggunakan cara manual, yakni menggunakan buku kesehatan. “Dengan sistem barcode ini memudahkan dalam melihat rekam jejak kesehatan jemaah,” tuturnya.

Selain itu, untuk jamaah lainnya yang telah dinyatakan sehat dan bugar tanpa ada potensi sakit, dia menyarankan untuk tetap menjaga kesehatan. Terlebih kondisi di tanah suci saat ini sedang menghadapi suhu yang panas, bahkan mencapai 28 drajat. Oleh karenanya dia berpesan dalam menjalankan rangkaian ibadah, jemaah perlu memperhatikan kondisi fisikinya.

“Ibadahnya sesuaikan dengan kondisi fisiknya, jangan terlalu diporsir,” pungkasnya. (sti)

Berita Terkait