Bertanya ke Pemerintah, Ada Aplikasi LAPOR

Bertanya ke Pemerintah, Ada Aplikasi LAPOR

  Sabtu, 21 July 2018 10:14
SOSIALISASI: Para peserta Sosialisasi dan Bimtek Sistem LAPOR yang diselenggarakan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kabupaten Kapuas Hulu di Aula Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu, Rabu (18/7). MUSTA'AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Tak Ditanggapi, Bisa Ditindaklanjuti Bupati

PUTUSSIBAU – Pemerintah meluncurkan sistem pengaduan berbasis online melalui aplikasi LAPOR (Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat). Melalui sistem aplikasi ini, masyarakat bisa mengajukan sejumlah pertanyaan kepada setiap OPD. 

“Jika pertanyaan yang sudah masuk di LAPOR belum terjawab, maka kami akan menindaklanjutinya ke pimpinan,” janji Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kabupaten Kapuas Hulu, Istiwa, di hadapan para peserta Sosialisasi dan Bimbingan Teknis yang merupakan para staf di sejumlah jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemda Kapuas Hulu, Rabu (18/7). “Kami bisa buka apakah pertanyaan tersebut sudah terjawab atau belum, itu bisa kita tindaklanjut ke Bupati, bahwa ada beberapa pertanyaan masyarakat ke SKPD yang belum terjawab,” ucapnya.

Dikatakan Istiwa, untuk mengakses pertanyaan ke aplikasi LAPOR, bisa menggunakan perangkat selular seperti handpone android, atau dengan mengirimkan layanan pesan singkat (SMS). Untuk dukungan jaringan internet, Istiwa menilai cukup baik kendati masih lemah. “Maka ini kita coba di kabupaten dulu, kalau sistem ini sudah diluncur, pasti antusias masyarakat luar biasa,” katanya yakin.

Sejauh ini pihaknya masih menyiapkan tenaga operator atau admint untuk menjalankan aplikasi LAPOR. “LAPOR ini salah satu upaya dalam peningkatan pelayanan publik, yang pada akhirnya untuk memperbaiki kinerja pemerintah daerah,” ungkap Istiwa.

Dia membidik sasaran penerapan LAPOR juga bakal sampai ke kecamatan. Karena, diperkirakan dia, tidak menutup kemungkinan keluhan terhadap pelayanan pemerintah itu lebih dominan di kecamatan-kecamatan.

“Ke depan sampai ke kecamatan juga kita siapkan operator. Karena memang arah kita pada pelayanan publik, baik urusan perizinan, pengurusan KTP, pelayanan puskesmas, pertanian, perikanan, dan lainnya,” paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kapuas Hulu Muhammad Sukri mengatakan, saat ini aplikasi tersebut memang masih dalam tahap sosialisasi. Kemudian, dia menambahkan, pemerintah masih melatih admint yang akan menjalankan aplikasi tersebut.

“Kemudian aplikasinya disediakan, setelah itu baru jalan. Aplikasi LAPOR ini akan kita kasih ke semua SKPD dan masyarakat juga. Masyarakat tidak lagi menulis pengaduan di media sosial dan lainnya, tapi langsung melalui aplikasi LAPOR, baik itu kritikan, (atau) masukan kepada pemerintah,” kata Sekda usai membuka Sosialisasi dan Bimtek LAPOR.

Dalam aplikasi LAPOR tersebut, kata Sekda, semua jenis pengaduan masyarakat akan terpantau. Yang menarik, pemantaunya bukan hanya Bupati atau Wakil Bupati, tetapi juga Gubernur dan sampai ke Pemerintah Pusat bisa mengakses pengaduan masyarakat itu. “Fungsi aplikasi ini memang mempermudah pemantauan, kemudian masyarakat tidak perlu lagi bertanya tentang pelayanan publik di media sosial atau datang, kemudian melalui surat. Kalau sekarang kan banyak pertanyaan di media sosial, kita menjawabnya juga susah,” imbuhnya.

Sekda memastikan, jika tahapan sosialisasi selesai pada 2018 ini, maka akan di-launching penerapannya. Harapan mereka agar masyarakat mengetahui fungsi dari sistem LAPOR tersebut. Namun, kata Sekda, untuk sementara tentu tidak diterapkan di semua kecamatan. “Karena ini menyakut sistem online atau jaringan. Tapi nanti akan kita sebarkan ke masyarakat, sejauh itu masih bisa dijangkau maka akan dilaksanakan,” jelasnya. (aan)

Berita Terkait