Bersihkan Nama dari Akun Palsu

Bersihkan Nama dari Akun Palsu

  Selasa, 23 April 2019 11:11
IPDA Nining Vidi Astuty S.Tr.K // Kasubnit II Turjawali Sat Lantas Polresta Manado

Berita Terkait

Walau sempat tak disetujui orang tuanya, IPDA Nining Vidi Astuty S.Tr.K  bersyukur berhasil mencapai cita-citanya sebagai polisi wanita. Bahkan, kini ia menjadi Kasubnit II Turjawali Sat Lantas Polresta Manado. Namun, cobaan pun datang. Banyak yang menggunakan namanya untuk penipuan jual beli kendaraan. Lantas, bagaimana Nining menyikapinya?

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Sejak lama Nining ingin menjadi anggota polisi. Ketika ada pembukaan tes brigadir Nining memantapkan hati untuk mendaftar. Saat itu belum lulus SMA. Dia berusaha keras agar lulus. Namun, ia gugur di tes kesehatan kedua.

Meski gagal, anggota Paskibraka Kota Pontianak 2012 tak menyerah. Ia kembali mengikuti tes akpol. Awalnya kedua orang tuanya tak memberi izin. 

“Menurut kedua orang tua saya, tes brigadir saja gugur, apalagi tes akpol. Jadi, waktu itu mama bersikeras meminta saya mengambil beasiswa di salah satu perguruan tinggi,” ujarnya. 

Ketidaksetujuan kedua orang tua tak menjadi hambatan Nining untuk tetap mewujudkan cita-citanya. Dia mengikuti tes secara diam-diam dan baru memberitahu kedua orang tuanya saat akan menjalankan tes pantohir daerah. Hingga akhirnya, ia dinyatakan lulus dan diterima sebagai taruna akademi kepolisian. 

Banyak suka dan duka yang diperoleh selama menempuh pendidikan Akpol. Sukanya, Nining berkesempatan memiliki teman dari berbagai suku, bahasa, dan budaya. Namun, ia sempat merasa bingung dan kaget saat menempuh pendidikan di Akpol. Karena tak mudah mengubah karakter diri dari orang sipil menjadi seorang taruna yang menempuh pendidikan di kepolisian. 

“Sulit menggambarkan perjalanan hidup di akpol, tapi di sanalah saya dan teman-teman dibentuk untuk menjadi calon leader saat di wilayah,” tutur Nining. 

Setelah lulus dari akademi kepolisian pada 2017, Nining ditempatkan di Polresta Manado. Dia sempat  merasa sedih karena harus kembali berjauhan dari orang tua. Sebab, sempat terpikir untuk kembali berkumpul bersama orang tua setelah  setelah menjalani pendidikan selama empat tahun di luar Kalbar. Terlebih jarak antara Pontianak dan Manado cukup jauh. 

“Tetapi, saya tetap semangat. Tugas tetaplah tugas. Disini saya harus bisa berjuang hidup mandiri,” tambahnya. 

Namun, beberapa waktu belakangan Nining mengalami hal tak menyenangkan. Ada penipuan jual beli yang mengatasnamakan dirinya. Hingga kini, akun palsu dengan nama dirinya di Facebook lebih dari 100 akun. Begitu pula di Instagram, terdapat 50 akun. Nining pun sudah berusaha melaporkan kasus yang menimpa dirinya kepada bagian yang menangani. 

Nining tak menampik siapapun akan mudah tergiur dan ketagihan dengan sistem jual beli kendaraan murah. Terlebih yang menjualnya mengatasnamakan diri sebagai aparatur negara. Nining meminta masyarakat tak langsung percaya. 

“Banyak yang bertanya melalui pesan di media sosial, apakah bener itu akun saya? Ada juga yang sampai marah karena merasa ditipu saya (via DM Instagram). Intinya, saya hanya memiliki satu akun Facebook dan satu akun Instagram,” jelas Nining. 

Agar masyarakat tak kembali tertipu akun palsu, Nining pun menambahkan tulisan (real account) dan sering membuat status bahwa banyak akun palsu yang menggunakan fotonya. Karena kasus penipuan ini, banyak masyarakat yang membuat laporan di kantor polisi. Menurut Nining, pembuat akun-akun ini masih diselidiki oleh reskrim. 

“Pokoknya sudah banyak sekali laporan mengenai kasus penipuan atas nama saya di Polda dan Polres di beberapa provinsi di Indonesia,” tambahnya. 

Penipuan pun tak hanya melalui akun palsu. Ada juga pelaku penipuan yang menyertakan surat atas namanya, beserta foto, tanda tangan, dan telah ditandatangani petinggi di kepolisian. Nining mengungkapkan pelaku benar-benar mengarang surat tersebut. 

Menurut Nining, di surat tersebut pelaku mengambil foto saat Nining menjalani pendidikan sebagai taruna akpol yang diganti latar kuning dengan pangkat Briptu. Sedangkan, Nining berpangkat IPDA dan seharusnya pas fotonya berlatar merah. Begitu pula, KTP. Wajah Nining yang telah diedit, disatukan dengan badan orang lain. 

“Sempat bingung juga sama teman sesama anggota TNI/Polri yang juga ikut percaya,” ungkapnya. 

Nining semakin kesal karena pelaku mengambil foto dan dibuatkan akun palsu setelah 10 menit ia mengunggah di laman Instagram. Kini, perempuan kelahiran Pontianak, 23 Mei 1995 ini berusaha menyikapi hal ini secara bijak. Tentunya, dengan tetap meyakinkan masyarakat, khususnya di media sosial bahwa dirinya pernah melakukan transaksi jual beli kendaraan murah.

“Pokoknya kalau pelakunya sudah tertangkap tetap harus mengikuti proses hukum,” tutup Nining. **

Berita Terkait