Bersama Garap Lahan Pertanian 300x30 Meter

Bersama Garap Lahan Pertanian 300x30 Meter

  Kamis, 1 September 2016 09:30
LAHAN PERTANIAN: Jemaah Yasin Fadhilah melakukan kerja bakti, meracuni rumput dengan penyemprotan di lahan pertanian Dusun Semanai, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana, Minggu (28/8).

Berita Terkait

SUKADANA – Sejumlah jemaah Majelis Taklim Yasin Fadhilah Cabang Matan Hilir Utara (MHU), Kabupaten Ketapang; dan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, menggelar kerja bakti. Mereka menggarap lahan pertanian di Dusun Semanai, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana, Minggu (28/8).

Untuk lahan yang lebarnya 30 meter dan panjang 300 meter itu, telah disirami racun rumput lewat penyemprotan. Nantinya areal tersebut akan dikelola untuk tanaman padi unggul.

Kerja bakti tersebut diikuti jemaah tersebut dari tiga desa. Dua desa yaitu Desa Simpang Tiga dan Desa Riam Berasap Jaya di Kecamatan Sukadana, dan satu desa lainnya adalah Kuala Satong, Kecamatan MHU. Tiga desa ini bertetangga, di mana Kuala Satong yang masuk wilayah Ketapang hanya dipisahkan dengan Sungai Siduk yang menjadi batas antara Ketapang dan Kayong Utara.

Untuk lahan pertanian tersebut merupakan milik Yayasan Darul Fadhilah Ketapang. Dihibahkan oleh Doni Suprapto, warga Dusun Siduk, Desa Simpang Tiga; dan Muhammad Hamidi, warga Dusun Sungai Cina, Desa Riam Berasap Jaya.     

Kerja bakti tersebut dipimpin langsung koordinator Pertanian Yasin Fadhilah MHU dan Sukadana, Maskuri. Hadir pula ketua Yasin Fadhilah MHU dan Sukadana, Muhammad Anton Pratama; dan Sekretaris Kamiriluddin serta anggota lainnya. “Kita memang menargetkan dengan lahan yang ada ini dapat menghasilkan sedikitnya 3 ton padi. Jika diuangkan sekitar Rp30 juta,” terang Maskuri.

Padi yang akan ditanami nantinya, dipastikan dia, merupakan padi unggul yang sekitar tiga bulan sejak ditanam sudah dapat dipanen. “Saya yakin dengan kerja sama dari jemaah, kita bisa meraih hasil yang maksimal,” ujar Maskuri yang sudah lama berkecimpung di pertanian.

Sementara itu, ketua Yasin Fadhilah MHU-Sukadana, Muhammad Anton Pratama, mengatakan, kegiatan ini dilakukan mereka untuk memupuk kebersamaan sesama jemaah. Lebih dari itu, sambungnya lagi, hasil yang didapat nantinya adalah untuk disumbangkan ke Pondok Pesantren Darul Fadhilah Ketapang. “Kami di Majelis Taklim Yasin Fadhilah tiap malam Jumat ada pengajian dan kajian dan sebulan sekali mengundang Pengasuh Yasin Fadhilah sekaligus Pendiri Ponpes Darul Fadhilah, Syaikhul Amir Muhammad Abdul Qudus. Tujuannya untuk menambah pemahaman keagamaan dan mencoba menggairahkan kegiatan keagamaan melalui majelis ta’lim di desa,” ujar Bang Kitong, sapaan karibnya.

Sementara, wakil Ketua Yasin Fadhilah MHU-Sukadana, Doni Suprapto, menambahkan, tidak sedikit anak-anak dari Desa Simpang Tiga dan Riam Berasap Jaya yang menimba ilmu di Ponpes Darul Fadhilah. Apalagi, dia memastikan jika di Ponpes yang belum lama didirikan itu hanya mengenakan biaya pendidikan sangat murah. “Tentunya kita sangat berterima kasih kepada manajemen Ponpes Darul Fadhilah, karena tidak terlalu membebankan biaya bagi santri.  Untuk itu kami sebagai jemaah dan para orang tua santri mencoba menggarap pertanian dan hasilnya untuk disumbangkan ke Ponpes Darul Fadhilah. Yang hasilnya semoga berkah dan anak-anak kami yang mengenyam pendidikan dapat dimudahkan dalam menghafal Alquran,” doanya. (dan)

 

Berita Terkait