Berkunjung ke Wisata Alam Dayo Ai, Main Air Riam Sambil Ngabuburit

Berkunjung ke Wisata Alam Dayo Ai, Main Air Riam Sambil Ngabuburit

  Minggu, 20 May 2018 14:10
ALAMI: Sejumlah anak bermain dan mandi di Dayo Ai Kampung Wisata Bagak Sahwa, Singkawang Timur kemarin. Sungai yang masih alami ini, menjadi tempat bermain anak-anak di kala siang, karena suasana sekitarnya masih sejuk dan rindang. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Banyak hal bisa dilakukan saat libur akhir pekan di bulan ramadan. Salah satunya berwisata. Di Kota Singkawang banyak tempat-tempat menarik bisa jadi pilihan. Mulai dari pantai, danau, gunung hingga riam. Di sana pengunjung bisa menghabiskan waktu sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Di hari ke tiga ramadan, Sabtu (19/5) Pontianak Post sempat berkunjung ke salah satu tempat wisata di daerah Kecamatan Singkawang Timur. Jaraknya sekitar enam sampai tujuh kilometer dari pusat kota. 

Wilayah timur Kota Singkawang memang memiliki bentang alam berupa gunung dan perbukitan. Tak heran di daerah tersebut cukup terkenal dengan wisata riamnya. Sebut saja hangmoy, air terjun sibohe, eria dan lain-lain. 

Dari sekian banyak tempat, mungkin belum banyak yang tahu air terjun dan riam di kawasan wisata alam Dayo Ai. Tepatnya terlatak di Kelurahan Bagak Sahwa.

Untuk mencapai lokasi, dari Jalan Raya Bagak (lintas Singkawang-Bengkayang), pengunjung harus masuk lagi ke dalam sekitar satu sampai dua kilometer. Riam di sana masih tergolong alami. Bebatuannya dikelilingi pepohonan rindang dengan akar-akar besar, semakin menambah keindahannya.

Banyak pengunjung datang saat siang hari. Belasan muda-mudi terlihat asik berenang menghabiskan waktu di sana. Saat cuaca cerah sinar matahari akan menembus celah-celah pepohonan hingga ke dalam riam yang mengalir deras. Di sana pengunjung bisa bersantai maupun bermain air sambil berenang. 

Salah satu pengunjung asal Kota Pontianak Edo (31) mengaku senang bisa mengunjungi wisata alam Dayo Ai. Menurutnya akses untuk mencapai lokasi cukup dekat dan tidak terlalu sulit. Hanya saja menurutnya, papan petunjuk arah ke lokasi memang masih kurang. Sehingga ia harus banyak bertanya dengan warga sekitar.  "Bagus tempatnya, masuknya juga gratis. Masih alami, segar siang-siang mandi di sini," katanya. 

Selain soal petunjuk arah, menurutnya berbagai fasilitas harusnya bisa ditambah di lokasi tersebut. Yang cukup penting adalah adanya toilet umum yang representatif. Ia berharap potensi wisata di sana bisa terkelola dengan baik. Termasuk banyak wisata lainnya di Kota Singkawang yang unik dan menarik namun belum dikelola secara optimal. 

"Pemerintah harus mampu mengelolanya, sayang kalau dibiarkan. Masyarakatnya juga harus sadar wisata," terangnya. (bar)

Berita Terkait