Berkahnya Bersedekah

Berkahnya Bersedekah

  Minggu, 19 May 2019 09:19

Berita Terkait

Bersedekah bisa dilakukan dalam bentuk apa saja. Bisa berupa uang, pakaian, sembako, hingga makanan dan kapan pun. Seperti memberi nasi kepada jemaah selepas Salat Jumat.

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Memberi nasi kepada jemaah selepas Salat Jumat dilakukan oleh komunitas Nasi Jumat (SiJum). Berdirinya Komunitas Nasi Jumat (SiJum) Pontianak berawal dari sang ketua, Yudha Dwi Hardiyanto yang ingin berbagi sembari mewakafkan kemampuan memasaknya untuk umat. Kemudian, Yudha, sapaan akrabnya tak sengaja bertemu dengan salah satu pengurus komunitas SiJum Bekasi.

“Dia bercerita tentang komunitas tersebut yang kebetulan belum ada keberadaannya di Pontianak. Maka, atas izin Allah, saya mengajak beberapa teman untuk membentuk komunitas serupa di Pontianak,” ujarnya.

Komunitas Nasi Jumat (SiJum) sendiri bergerak di bidang sosial. Setiap hari Jumat dan hari besar tertentu, komunitas ini membagikan makanan gratis. Target utamanya adalah jemaah yang selesai Salat Jumat di Masjid. Tapi, tak menutup kemungkinan jika masih ada sisa dibagikan juga kepada warga sekitar.

Pembagian nasi di hari Jumat dan di masjid juga bukan tanpa alasan.

“InsyaAllah, niat untuk bersedekah dapat tersalurkan kepada orang yang tepat, di waktu dan tempat yang tepat pula. Karena jemaah ini adalah tamu Allah. InsyaAllah pula doa yang dipanjatkan sehabis salat jumat akan dijabah Allah,” ungkapnya.

Komunitas SiJum Pontianak terbentuk pada 29 Maret 2019. Meski baru beberapa bulan, tetapi antusias para donatur dinilai Yudha cukup tinggi. Namun, tak mudah bagi mahasiswa FKIP Untan ini memperkenalkan komunitas ini pada masyarakat Pontianak. Selain mengandalkan media sosial, Yudha dan tim membuat flyer beserta copy writing.

“Setelah selesai, flyer dan copy writing ini kamu sebarluasakan bersama-sama,” tutur Yudha.

Saat ini Komunitas  SiJum Pontianak memiliki 121 anggota, berusia 17 sampai 30 tahun.  Yudha menyatakan untuk donasi, sistem yang dapat dilakukan bisa melalui transfer ataupun tunai. Pada sistem tunai ada anggota yang menjemput donasi secara langsung. Yudha bersyukur ada beberapa rumah makan yang meminta komunitas SiJum Pontianak untuk menyalurkan nasi bungkus. 

“Saat membagikan nasi di masjid, komunitas SiJum Pontianak juga menyiapkan kotak infaq,” tambahnya.

Nominal uang donasi dinilai Yudha tak terlalu tinggi, yakni sebesar Rp10 ribu. Selain uang, komunitas SiJum Pontianak juga menerima berbagai macam donasi seperti beras , dan sembako. Bahkan, jika ada yang mau berdonasi lauk pauk, komunitas ini juga siap mengambilnya. Pada Ramadan ini, komunitas ini juga menerima donasi berupa air mineral, kue berbuka , kurma , dan lainnya.

Selain aksi bagi nasi, Yudha dan anggota juga menjalankan program infaq on the spot di hari Minggu. Tak hanya sekalian memperkenalkan komunitas ini ke masyarakat, ia dan anggota juga membagikan snack ke anak anak yang ada di sekitar area car free day (CFD). Motto mereka adalah ‘Sharing-sharing dahulu , giving-giving kemudian’.

“Ketika sang anak mendapatkan snack ada beberapa orang tua yang kembali dan memberikan infaq terbaiknya,” ungkap Yudha.

Yudha mengungkapkan setelah menjalankan aksi ini ia dan anggota merasakan ketenangan yang luar biasa. Yudha yakin aksi yang ia dan anggota lainnya bisa membuat masyarakat lain tergerak melakukan hal yang sama. Karena ketika hati sudah terketuk dan ada niat di dalamnya, Yudha yakin Allah akan memudahkan jalan orang tersebut untuk berbuat yang sama.

Setelah bulan Ramadan, Yudha dan anggota lain akan menjalankan kembali program membagikan nasi Jumat dan menjalankan program menyantuni anak yatim penghafal Quran. Selain itu, ia dan teman-teman juga berniat melakukan aksi penggalangan dana wilayah yang terkena bencana. Salah satunya, penggalangan dana untuk pondok pesanter yang terbakar di Sungai Pinyuh beberapa waktu lalu. **

Berita Terkait