Berharap Semangat Umat Beribadah kian Meningkat

Berharap Semangat Umat Beribadah kian Meningkat

  Sabtu, 1 Oktober 2016 10:17

Berita Terkait

SIMPANG DUA – Gereja Paroki Santo Mikael, Malaikat Agung Simpang Dua, Kecamatan Simpang Dua, diresmikan penggunaannya, Kamis (29/9) lalu. Peresmian dilakukan Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) yang diwakili Asisten III  Bidang Administrasi dan Umum Setda Robert Nusanto SSos MM. Acara tersebut dihadiri beberapa pejabat Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Kalbar, di antaranya mantan Penjabat Bupati Ketapang, Kartius SH MH.

 
Sementara dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang selain dihadiri Asisten III Setda, tampak beberapa pejabat di antaranya Asisten I Setda Donatus Franseda AP MM, Inspektur Inspektorat Dersi SH, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Mansen SH, Kepala Dinas Budparpora Drs Yulianus, Kepala Dinas Pendidikan H Jahilin MPd, dan Kepala Bagian Humas Setda Drs Nugroho W Sistanto MSi.

Peresmian  diawali dengan kedatangan  para pemimpin umat Katolik dari paroki-paroki yang ada di Ketapang, yang dipimpin Uskup Ketapang Mgr Pius Riadi Prapdi. Uskup sampai berjalan kaki dari kompleks pastoran menuju gereja yang akan diresmikan, diikuti undangan yang hadir. Rombongan disambut panitia peresmian sebelum memasuki halaman gereja, dengan tarian Dayak dari sanggar tarian setempat sebelum selanjutnya memasuki gedung gereja. Di sana mereka melaksanakan misa pemberkatan.

Asisten III Drs Hironimus Tanam ME melalukan ritual pemotongan bambu, sebelum memasuki halaman gereja. Sedangkan Asisten III Setda Kalbar Robert Nusanto SSos MM berkenan membuka pintu gereja. Acara peresmian berlangsung meriah, dengan dihadiri ratusan jemaat. Dalam rangkaian acara peresmian gereja ini, juga dilaksanakan pameran di sekitar areal gereja.

Bupati Ketapang Martin Rantan SH  dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten III berharap dengan peresmian gereja ini, semakin meningkatkan semangat umat untuk beribadah. Di samping itu, dia berpesan agar umat mampu menumbuhkan semangat kesetiakawanan antarsesama umat dan masyarakat. “Untuk itu, diharapkan gereja ini dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai rumah Allah,” kata dia.

Lebih lanjut Bupati juga berpesan agar pembangunan fisik ini jangan menjadi yang utama. Yang terpenting, menurut dia, bagaimana membangun mental spriritual dan hati mereka, agar umat Katolik pada umumnya semakin menghayati apa yang diajarkan Yesus dalam kehidupan sehari-hari. “Baik dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” kata dia.

Sementara itu, Gubernur Kalbar dalam sambutannya yang disampaikan oleh Asisten III Setda Pemprov Kalbar Robert Nusanto berharap agar gereja yang cukup megah ini dapat digunakan, bukan saja sebagai tempat ibadah, akan tetapi dapat digunakan untuk melakukan kegiatan sosial keagamaan lainnya. Harapan dia, bagaimana keberadaan gereja tersebut mampu membina generasi-generasi muda, termasuk anak-anak. “Di tempat inilah mental spiritual dibentuk, sehingga generasi kita tidak mudah dirusak dengan berbagai macam pengaruh negatif seperti narkoba dan lain-lain,” pesan dia.

Sementara itu, pastor Paroki Simpang Dua, Bonifasius Ubin Pr, menjelaskan bahwa bagi umat Katholik Paroki Simpang Dua, gedung ini merupakan gereja yang ketiga. Gedung gereja pertama, menurut dia, dibangun dengan pondasi kayu yang menyatu dengan pastoran yang hanya mampu menampung 100 orang. Kemudian, diceritakan dia, gedung gereja yang kedua merupakan konstruksi tongkat dengan model rumah panggung, yang letaknya terpisah dari pastoran yang hanya bisa menampung 350 orang. “Sementara umat yang rutin merayakan hari Tuhan mencapai 500 sampai 600 orang, sehingga pernah terjadi insiden, ada bagian gedung gereja yang saat itu roboh karena tidak mampu menampung umat,” ungkap dia menceritakan kejadian yang berlangsung pada 25 Desember 2012. (afi/ser)

Berita Terkait