Berharap Naik Dango Masuk Kalender Budaya

Berharap Naik Dango Masuk Kalender Budaya

  Jumat, 17 May 2019 10:15
Karnaval: Para peserta karnaval Naik Dango saat melintas di sejumlah rute jalanOZY/ Pontianak Post

Berita Terkait

SAMBAS – Tokoh Masyarakat Dayak Singkawang Bengkayang dan Sambas berharap kepada Pemerintah Kabupaten Sambas, menjadikan kegiatan Naik Dango masuk menjadi kalender budaya di Kabupaten Sambas. Hal tersebut disampikan Tokoh Masyarakat Dayak Singbebas yang merupakan Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot MPd saat menghadiri pembukaan Naik Dango ke 13 Kabupaten Sambas. “Even ini harus dikemas menjadi lebih baik, sehingga mampu memberikan dampak ekonomi ke masyarakat. Dan bagaimana kami meminta Pemerintah Kabupaten Sambas, menetapkan Naik Dango Sambas, sebagai kalender Budaya di Sambas,” kata Suryadman Gidot, Kamis (16/5).

Lantaran, ini juga merupakan salah satu budaya dan istiadat yang ada di Kabupaten Sambas. Tentu saja, pihaknya berharap kepada masyarakat, untuk bisa menjaga dan melestarikan adat istiadat ini. “Sebagai masyarakat Dayak, mari cintai adat dan budaya di masyarakat Dayak. Agar orang lain mencintai juga, dan ini sebagai salah satu upaya menjaga dan melestarikan salah satu adat istiadat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gidot juga mengajak meningkatkan kepercayaan diri, karena dengan percaya diri akan mampu bersaing dengan siapapun. Kemudian jangan suka berpangu tangan namun teruslah berkarya untuk keluarga, masyarakat, daerah, provinsi dan negara.  “Selalu jaga kerukunan dalam berkehidupan di tengah masyarakat,” katanya.

Ketua DAD Kalimantan Barat, Jakius Sinyor mengatakan kepada seluruh masyarakat Dayak di Kalimantan Barat, harus terus menjaga kekompakan, jangan ada perbedaan dari mana datangnya. “Semua harus bersatu, jangan pandang itu dari suku Dayak mana, Suku Dayak apa, dan terus saling harga menghargai dengan masyarakat lainnya,” kata Jakius saat hadir di Sambas.

Dalam kesempatan tersebut, Jakius juga mengingatkan, untuk tetap memelihara bahasa ibu atau bahasa daerah.  “Budaya, didalamnya ada bahasa daerah atau bahasa ibu, dan ini harus dijunjung tinggi,” katanya. Ketua DAD Sambas, dr Boni, menyatakan jika Naik Dango merupakan adat istiadat masyarakat Dayak. Ini menjadi bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam pembukaan Naik Dango yang dihadiri Staf Ahli Bupati Sambas, dr I Ketut Sukarja, Wakapolres Sambas, dari Kejaksaan Negeri, Dan Pemprov Kalbar. Usai dibuka, dilaksanakan karnaval Naik Dango.(fah) 

Berita Terkait