Berebut Kuota CPNS

Berebut Kuota CPNS

  Kamis, 13 September 2018 10:00

Berita Terkait

PONTIANAK - Pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkup Pemerintah Pontianak resmi dibuka 19 September 2018. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Multi Juto Batarendro mengatakan, dari 295 ajuan formasi di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, hanya 233 formasi yang bakal terserap dengan dominasi tenaga pendidikan dan kesehatan.

"Kalau tak ada kendala, pelaksanaan tes akan dilakukan 10 Oktober dan pengumumannya mungkin pada 30 November 2018," ungkap Multi kepada Pontianak Post, Rabu (12/9).

Sebenarnya kuota penerimaan CPNS yang diajukan Pemkot Pontianak ke pusat awalnya mencapai 295 lowongan. Namun setelah dilakukan pengecekan dan melalui pertimbangan pusat, maka kuota yang sampai ke sini hanya 233 lowongan. Dari 233 lowongan itu, didominasi bidang pendidikan dan kesehatan. Sisanya sesuai kebutuhan.

Dijelaskan dia, bidang pendidikan dan kesehatan mendominasi pada penerimaan CPNS tahun ini, dikarenakan kebutuhan tenaga pada dua bidang memang betul-betul kurang.

Setelah jumlah kuota pasti lowongan CPNS ini diterima, tinggal menunggu PP dari BKN terkait petunjuk pelaksanaan penerimaan CPNS nya. Setelah PP keluar, maka BKN akan kerja sama dengan Pemerintah daerah untuk melaksanakannya.

Untuk persiapan tes CPNS di Pontianak, pihaknya sudah mulai melakukan persiapan. Utamanya mengecek kesiapan komputer, server sampai genset. Rencana lokasi tes CPNS nanti akan dilakukan di Politeknik Tonggak Equator.

"Dengan Politeknik Tonggak Equator sudah dibicarakan. Ini akan dikerjasamakan. Mereka mampu menyiapkan 130 unit komputer. Selain dengan Tonggak Equator, kita juga masih bicarakan dengan Diknas, apakah bisa melaksanakan ujian CPNS di sekolah-sekolah yang memiliki lab komputer. Tapi sejauh ini kerja sama baru dengan Politeknik," ungkapnya.

Dalam pelaksanaan menggunakan tes komputer ini, pandangan Multi yang berat bukan soal unit komputernya. Namun, kuat tidaknya server BKN saat jumlah soal-soal ini masuk ke server pusat.

Karena dari informasinya, seluruh Indonesia ada enam juta calon pelamar ikut mengadu peruntungan menjadi PNS. Sedangkan di Pontianak, diperkirakan jumlah pelamarnya bisa mencapai tiga sampai lima ribu pelamar. "Ini tugas berat BKN," katanya.

Masa pendaftaran online lebih dalam akan dilakukan selama dua minggu setelah dibuka. Bagi calon peserta bisa membuka di website sscn.bkn.go.id. 

Ditanya waktu pelaksanaan tes CPNS, kata Multi, akan dilaksanakan selama 10 hari dengan pelaksanaan tes perharinya dibagi menjadi lima sift dengan perkiraan satu siftnya bisa memakan waktu satu setengah jam. 

Soal nomor induk pegawai (NIK) yang jadi kendala karena tak muncul saat pendaftaran, kata Multi, jadi perhatian pemerintah pusat. Untuk hal tersebut, pihaknya sudah melakukan antisipasi. Jika saat melakukan registrasi NIK calon peserta CPNS tak muncul ketika tes, maka peserta bisa menyertakan KTP kepada petugas jaga.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pontianak, Suparma menjelaskan soal nomor induk kependudukan (NIK) calon peserta CPNS tak muncul ketika melakukan registrasi di komputer, bisa dikarenakan si peserta belum melakukan perekaman KTP elektronik. 

Meskipun persoalan ini tengah santer diributkan di pusat, tapi hingga kini Badan Kepegawaian belum menghubungi catatan sipil sebagai tindak lanjut agar persoalan ini tak terjadi di Pontianak. Kemenpan RB dan Dirjen Dukcapil Kependudukan memang sudah melakukan kesepakatan terkait pendataan ini. Di sini mengikuti keputusan pusat. 

Kalau untuk perekaman E KTP kata dia, sampai saat ini Dukcapil terus melakukan pelayanan pada masyarakat Pontianak. Bahkan, layanan dibuka pada Sabtu dan Minggu. Dia mengingatkan, bagi calon peserta CPNS dapat menyiapkan segala berkas yang diperlukan sebagai syarat pendaftaran.

Sementara itu, Ketua DPRD Pontianak, Nurfadli justru minta agar dalam pelaksanaan tes CPNS nanti bisa dilakukan dibeberapa tempat. 

Dia memandang, kalau hanya menggunakan satu tempat tes CPNS, bisa memakan banyak waktu. "Coba dikerjasamakan dengan Diknas. Kan sekarang dibeberapa SMP miliki puluhan unit komputer. Pandangan saya itu bisa dijadikan sebagai tempat pelaksanaan tes CPNS," ungkapnya.

Jika pelaksanaan tes hanya satu tempat bisa memakan waktu berhari-hari. Akibatnya tingkat kebocoran soal bisa terjadi, melalui lisan peserta yang terlebih dulu ikut tes CPNS. Jika kejadiannya demikian, maka akan merugikan peserta yang lebih dulu tes. 

Kesiapan komputer, server dan genset juga jadi perhatian Politisi PDIP dan harus disiapkan benar-benar oleh panitia. Jangan sampai ketika tes ditemukan komputer rusak. Jika kejadiannya demikian, maka akan menggangu konsentrasi peserta tes CPNS. "Ini mesti diseriusi. Bagi calon peserta sejak saat ini sudah boleh menyiapkan berkas-berkasnya. Mudah-mudahan dalam pelaksanaan nanti tak berkendala," ungkapnya.

"Saya kurang berminat untuk ikut tes CPNS. Apalagi melihat kuotanya tak banyak. Saya lebih suka wirausaha. Dengan usaha sendiri, kita bisa melakukan manajemennya sendiri," ungkap Eri, salah satu masyarakat, yang enggan mendaftar tes CPNS.

Beda dengan Eri, Lani, lulusan sarjana pendidikan justru sudah mulai menyiapkan berkas pendaftaran tes CPNS. "Saya sudah menyiapkan berkas syarat pendaftaran. Bila sudah buka saya akan mendafar tes CPNS. Semoga saja rejekinya tahun ini," ungkap dia.

Dikatakan dia, dari informasi yang diterima, penerimaan CPNS didominasi untuk guru. Dirinya kebetulan sarjana pendidikan. Semoga saja saat lowongan nanti, memang benar-benar banyak mencari guru dengan program pendidikan spesifik ilmu yang dituntutnya selama kuliah.(iza) 

Berita Terkait