Bercerita dengan Bahasa Daerah

Bercerita dengan Bahasa Daerah

  Jumat, 26 April 2019 10:37
LOMBA CERITA: Anak-anak dari berbagai SMA/SMK yang ada di Kabupaten Sintang, mengikuti lomba bercerita di Gedung Pancasila, dalam rangka Hari Jadi Kota Sintang yang ke 657. FIRDAUS/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINTANG-Gedung pancasila yang bertempat di Jalan Pahlawan, Kelurahan Tanjungpuri, Kecamatan Sintang riuh dengan tawa anak-anak sekolah. Mereka benar-benar terhibur, mendengar cerita rakyat yang dibacakan oleh tiap peserta dengan bahasa khas daerah. Setiap peserta yang maju keatas podium, masing-masing berimprovisasi pada cerita rakyat yang dibawa. Tentunya, mengundang gelak tawa para penonton.

Kamis (25/4) pagi, sebanyak  26 peserta dari 15 sekolah yang ada di Kabupaten Sintang mengikuti Lomba Cerita Rakyat dengan Bahasa Lokal Sintang dalam rangka memperingati hari ulang tahun Kabupaten Sintang. Bahasa yang digunakan untuk bercerita adalah bahasa Dayak dan bahasa Melayu.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang, Drs. Lindra Azmar, M.Si, menyatakan bahwa ia sangat mengapresiasi kegiatan lomba cerita menggunakan bahasa daerah Sintang, kegiatan ini dapat menjadi media untuk melestarikan kearifan lokal budaya khas Sintang.

“Generasi muda perlu mempelajari hal-hal baik yang telah diwariskan oleh nenek moyang melalui cerita-cerita rakyat. Ayo kita dorong masyarakat menggunakan bahasa lokal daerah Sintang dalam pergaulan sehari-hari, agar generasi muda tertarik untuk belajar bahasa,” ujar Linda Azmar, Kamis (25/4).

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Pariwisata Kabupten Sintang, Dra. Siti Musrikah , M.Si selaku ketua panitia mengatakan betapa pentingnya mejaga kelestarian bahasa daerah. “Menggali bahasa melalui cerita. Itu inti dari kegiatan ini,” paparnya saat diwawancarai Pontianak Post. 

Menurutnya setiap peserta diperbolehkan untuk becerita berdasarkan bahasa yang dikuasai. Ia juga menambahkan bahwa peserta yang menguasai bahasa dayak, bercerita menggunakan bahasa dayak, jika menguasai bahasa melayu, silahkan bercerita menggunakan bahasa Melayu.

“Tadi kita temukan, ada peserta yang menggunakan bahasa dayak khas Serawai, inikan sangat bagus sekali,” beber Siti lagi.

Pada kesempatan ini pula Siti Musrikah mengatakan bahwa adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan bahasa daerah Sintang ke dunia pendidikan, dikenal luas, digunakan disemua kalangan masyarakat dan semoga bahasa Sintang dapat menjadi acuan untuk pembelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah yang ada di Sintang.

Juri kegiatan ini adalah guru-guru Bahasa Indonesia dan perwakilan Dinas Pendidikan yang menguasai bahasa daerah yaitu bahasa Melayu dan bahasa Dayak. Juri tersebut ialah Oravia Maria Magdalena, S.Pd dari SMPN 2 Kelam Permai, Paridayanti, S.Pd dari SMPN 2 Sintang dan Sofyan, M. Pd dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang. 

Untuk satu peserta diberikan waktu maksimal 7 menit untuk bercerita. Salah satu juri, Oravia Maria Magdalena mengatakan kriteria penilaian dari lomba ini adalah pemilihan kata yang tepat untuk digunakan dalam bercerita, ekspresi, mimik, gerak tubuh, serta melihat kesesuaian antara cerita asli dan yang akan mereka ceritakan.  Ia juga berharap ke depannya generasi muda dapat menguasai bahasa lokal daerah Sintang sehingga budaya bahasa yang sudah ada sejak nenek moyang tidak hilang ditelan jaman dan dapat terus dilestarikan.

Pada kesempatan ini, Kindi Aditia yang merupakan perwakilan dari SMA Muhammadiyah bercerita tentang persiapannya dalam mengikuti lomba ini, Ia mengatakan bahwa Ia sudah mempersiapkan diri selama seminggu. “Semoga bisa terus diadakan, biar kedepannya banyak lagi peserta yang bisa ikut,” saran Kindi. (fds)

Berita Terkait