Berbisnis dengan Kopi, Cegah Kriminalisasi

Berbisnis dengan Kopi, Cegah Kriminalisasi

  Senin, 5 November 2018 13:40
PELATIHAN : Kapolres Kayong Utara AKBP. Asep Irpan Rosadi, pengiat kopi Kalimantan Barat Gusti Iwan Darmawan, pihak Dinas, peserta pelatihan, dan babinkamtibmas berfoto bersama pada pengelolaan kopi di Desa Benawai Agung. DANANG PRASETYO / PONTIANAK POST

Berita Terkait

Kapolres Apresiasi Pelatihan Pengelolaan Kopi 

Melalui pengembangan potensi kopi, Polres Kayong Utara melakukan pendekatan untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas di Kayong Utara. Salah satunya, Kapolres Kayong Utara AKBP. Asep Irpan Rosadi hadir pada pelatihan pengelolaan kopi di Desa Benawai Agung, Kecamatan Sukadana. Bahkan, pelatihan tersebut melibatkan para Bhabinkamtibmas.

DARI pemahaman yang dikemukakan Kapolres bahwa kejahatan itu ada, karena orang yang berbuat jahat. Kejahatan, menurut dia, bisa saja terjadi lantaran tidak memiliki kemampuan untuk bertahan hidup secara baik. Selain itu, sambung Asep, tentu tidak memiliki pengetahuan untuk menjadi orang baik, termasuk tututan ekonomi.

Ia menambahkan, rata-rata orang yang tidak memiliki aktivitas ekonomi yang baik, akan mengambil jalan pintas melakukan tidak kriminal. Apalagi, lanjut dia, orang yang sedikit kesibukan, pasti cenderung akan banyak tercemplung pada kesibukan negatif.

“Sesungguhnya polisi nangkap orang bisa saja. Tetapi sampai kapan. Untuk itu sebelum orang berpikir jahat, sebelum orang berpikir karena tidak memiliki uang langusng maling. Maka itu kita mulai dari hulu untuk melakukan kegiatan positif. Salah satunya ikut mendoroang pelatihan pengembangan hasil kopi di Kayong Utara,” terangnya, Sabtu (3/11) kepada Pontianak Post.

Ia melihat di Kayong Utara memiliki alam yang kaya. Salah satu potensi yang ada, sebut dia, banyak mengahasilkan kopi. Ia memuji kopi Kayong Utara, di mana salah satu jenis kopi liberika, yang merupakan perpaduan arabika dan robusta. Ini, diakui dia, merupakan salah potensi yang ada.“Saya ingin Kayong Utara dapat lebih berkembang dan tumbuh. Dengan harapan masyarakat Kayong Utara dapat terus menanam kopi, memanennya, menjual sama orang. Tetapi tidak mengolahnya sendiri. Nah, salah satunya kegiatan ini yang diadakan di Desa Benawai Agung. Saya sangat mengapresisasi sekali kegiatan ini,” sambungnya.

Selain itu, dalam pengembangan kopi ini pula, menurut dia, tentu melibatkan beberapa pihak. Baik dari Dinas Perdagangan, Pariwisata, dan Pemeberdayaan Desa. Ini dinilai dia sangat baik sekali. Apalagi dalam pelatihannya, menurut dia, juga diajarkan bagaimana cara menyeduh kopi dengan baik.

“Artinya masyarakat Kayong Utara harus menjadi tuan rumah sendiri, dan budaya-budaya ini akan dikuatkan oleh kita, salah satunya polisi. Kenapa polisi? Nah, dari pada kita menangkap orang, mendingan kita membina orang, menjadikan mitra kita, mereka aktif dan memiliki pengahasilan ekonomi. Yakin niat jahatnya berkurang,” lanjutnya.

Selanjutnya, setelah berhasil dapat diteruskan dengan membangun kafe-kafe kecil ala Kayong Utara yang dilakukan oleh masyrakat itu sendiri.  “Pada pelatihan ini turut melibatkan salah satu penggiat kopi Kalimantan Barat, yaitu Mas Iwan (Gusti Iwan Darmawan, Red), dan juga melibatkan Bhabinkamtibmas juga akan kami latih, agar menjadi pegiat kopi juga. Mulai dari menanam, merawat, memanen, mengolah, hingga menjadi barista,” lanjutnya.

Ke depan programnya selain melakukan sosialisasi, Kapolres akan melakukan pembentukan kampung kopi. Mereka akan mengajak serta beberapa dinas yang ada. Karena, untuk hal ini, diakui dia, polisi tidak dapat berkerja sendiri dan membutuhkan bantuan pihak lain. 

“Tahun ini atau tahun depan bisa saja kita adakan festival kopi Kayong Utara. Jadi kopinya asli dari Kayong Utara. Jadi di sini polisi sangat peduli pada peduli dengan pembangunan masyrakatnya. Kenapa, karena masyarakat sejahtera akan jauh dari kriminal. Dia jauh dari pelaku, bahkan akan terhindar dari korban,” ungkapnya. (dan)

Berita Terkait