Berbakti kepada Orangtua yang Telah Meninggal Dunia

Berbakti kepada Orangtua yang Telah Meninggal Dunia

  Jumat, 22 February 2019 08:44   3

Oleh: Dr. Harjani Hefni,Lc,MA

Bakti kepada orangtua merupakan salah satu amal saleh yang paling tinggi derajatnya. Dalam Alquran perintah berbakti kepada orangtua seringkali diletakkan setelah perintah untuk beribadah kepada Allah. Beruntunglah yang masih  punya orang tua, karena mereka bisa penjadi penyebab kita masuk surga. 

Ajaran Islam memberikan kesempatan untuk berbuat baik kepada orangtua tidak hanya saat mereka masih hidup. Bahkan, setelah mereka tiada pun masih bisa berbuat baik. Ada lima peluang yang diajarkan Rasul untuk berbuat baik kepada orangtua setelah mereka tiada. Kelima hal itu adalah menyalatkannya saat mereka meninggal, memintakan ampun buat mereka, menunaikan wasiat mereka yang belum terpenuhi, bersilaturahmi dengan keluarga, dan memuliakan teman-teman mereka.

Diriwayatkan dari Abi Usaid Malik bin Rabi’ah as Sa’idi: “Ketika kami berada bersama Rasulullah saw, tiba-tiba Beliau dihampiri oleh seorang dari Bani Salimah dan berkata, ‘Ya Rasulallah! Apakah masih ada kewajibanku untuk berbuat baik kepada kedua orangtuaku setelah keduanya meninggal dunia?’ Beliau menjawab, ‘ada yaitu: menyolatkan keduanya, memintakan ampun untuk keduanya, menunaikan wasiat keduanya, bersilaturrahim kepada orang yang tidak mungkin tersambung kecuali karena keduanya, dan memuliakan teman-teman mereka berdua’.” (HR.Abu Daud)

Cara pertama berbuat baik kepada orangtua setelah mereka tiada adalah menyalatkannya. Salat jenazah adalah salah satu hak seorang muslim saat meninggal. Jika dia meninggal, maka kewajiban saudaranya yang masih hidup untuk menyalatkan saudaranya yang meninggal. Pada saat salat, mendoakan saudara kita agar mendapatkan ampunan, rahmat, kenyamanan dan keselamatan. Diajarkan juga untuk mendoakan mereka agar selamat dari azab kubur dan terhindar dari api neraka. Kalau sesama muslim diwajibkan untuk menyalatkan saudaranya, maka anak dari yang meninggal lebih utama untuk menyalatkan orang tuanya. Keikhlasan anak mendoakan orangtuanya secara umum akan lebih baik dibandingkan orang lain. Karena itu, kesempatan menyalatkan orangtua jangan disia-siakan. Jangan meminta orang lain untuk menyalatkan orangtua dengan alasan belum sempat belajar tatacara salat jenazah. 

Saudaraku, belajarlah dan belajarlah, jangan menyesal saat keadaan mengharuskan untuk melakukannya. Dan buat orang tua, jangan lupa mengajarkan mereka salat jenazah sebelum tubuh terbujur kaku dan  tidak bisa lagi mengajarkannya.

Cara kedua adalah mendoakan mereka dan memintakan ampun untuk mereka. Tidak ada satu makhluk pun yang tidak bersalah kecuali Rasulullah ‘al ma’shum’ saw. Karena itu Allah  dan Rasul-Nya memerintahkan untuk memintakan ampun buat orang tua.Doa anak saleh adalah diantara amalan yang terus mengalir untuk orangtuanya yang telah meninggal dunia. 

Dari Abi Hurairah ra, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang manusia meninggal dunia maka terputuslah segala amal perbuatannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang selalu mendoakan orangtuanya.” 

Bahkan bentuk doa yang baik untuk orangtuapun disebutkan secara khusus dalam Alquran. Allah berfirman, “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, ‘Rabbi irhamhuma kama rabbayaani shaghira (Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua Telah mendidik Aku waktu kecil)’.” (QS. Al Isra’ 24). 

Buat saudaraku, para orang tua, nikmat paling mahal di dunia ini adalah anak saleh. Jaga amanah Allah yang dititipkan-Nya sebaik mungkin. Beri mereka pendidikan agama agar mereka bisa menjaga diri dan mendoakan kita.

Ketiga, menunaikan wasiat keduanya. Jika orangtua ada berwasiat sebelum meninggal dunia, baik dengan lisan maupun tertulis, maka wasiat itu harus dilaksanakan kecuali wasiat yang tidak sejalan dengan ajaran Islam secara umum. Apabila wasiat tidak sejalan dengan nilai-nilai syariat, maka dudukkan perkaranya sesuai dengan hukum syariat supaya niat orangtua untuk berbuat baik dapat terus mereka nikmati pahalanya. Selain wasiat, mungkin mereka juga punya janji-janji kepada pihak lain yang belum terpenuhi, atau ada niat-niat suci mereka yang belum terwujud. Jika mengetahui hal itu, maka sangat dianjurkan untuk merebut kesempatan ini untuk berbuat baik kepada mereka. 

Keempat, bersilaturrahim kepada orang yang tidak mungkin tersambung kecuali karena keduanya. Menyambung silaturrahim yang dilakukan oleh orangtua semasa hidupnya tidak boleh  terputus dengan kepergiaan mereka. Silaturrahim yang selalu bersambung tidak hanya membawa keuntungan buat orang yang melakukannya, tetapi juga akan mengalirkan pahala buat orangtua. Jika silaturrahim kepada orang yang secara nasab dianggap jauh diperintahkan kepada kita untuk disambung setelah orangtua tiada, maka melakukan silaturrahim kepada sesama saudara kandung, paman, bibi, dan kerabat dekat lebih kuat perintahnya. Jangan sampai hubungan saudara, paman, bibi, dan keluarga menjadi renggang setelah kepergian orangtua. Dan untuk saudaraku para orangtua, mari kenalkan anak-anak dengan karib kerabat. Dominasi dunia maya hari ini sudah mengubah pola hidup dan anak-anak. Perlu perjuangan khusus untuk mengenalkan mereka dengan keluarga inti. Kalau menyerah dengan keadaan, sangat mungkin mereka tidak mengenali keluarga inti mereka, dan perintah silturrahim tidak mungkin mereka lakukan.

Kelima, memuliakan teman-teman mereka. Berbuat mulia kepada sesama manusia adalah inti ajaran Islam. Di antara orang yang disebutkan secara khusus untuk dimuliakan adalah teman-teman orang tua kita. Teman orangtua kemungkinan besar umurnya sebaya dengan orangtua kita. Sangat mungkin mereka juga memerlukan perhatian sebagaimana layaknya orang-orang yang sudah lanjut usia. Kunjungan dan perhatian buat mereka adalah kehormatan untuk mereka dan pasti membuat mereka gembira. Dalam Islam, membuat orang gembira saat bertemu adalah sedekah. Dan perbuatan mulia seorang anak seperti ini pahalanya juga akan sampai kepada orang tuanya, Insya Allah. Untuk saudaraku para orang tua, jangan asyik sendiri berteman lalu lupa mengenalkannya dengan anak-anak. Pilihlah teman-teman yang saleh, sehingga saat sudah tiada, teman-teman bisa membimbing anak-anak kita.

Ya Allah berikanlah kepada kami kesempatan dan kemampuan untuk berbakti kepada orangtua baik saat mereka masih bersama kami maupun saat mereka sudah meninggalkan kami. **

*Penulis adalah Dosen Komunkasi Islam Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Pontianak.