Berbagi Ilmu Public Speaking

Berbagi Ilmu Public Speaking

  Selasa, 19 March 2019 09:42
Anggraini Moryana // Public Speaker

Berita Terkait

Ilmu public speaking memberi banyak keuntungan. Tak hanya membuat Anggraini Moryana luwes saat menjadi penyiar, melainkan juga bemanfaat dalam pekerjaannya di bidang marketing strategic plan. Baginya, ilmu tak hanya untuk diri sendiri. Dia pun berbagi pada orang lain dengan merintis private public speaking class.

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Ilmu public speaking memiliki peranan penting bagi Anggraini Moryana. Bentuk komunikasi yang dilakukan seseorang di depan umum secara runtut dan terencana, dengan tujuan tertentu ini banyak memberikan keuntungan bagi perempuan manis berhijab ini.

Selama 10 tahun menggeluti ilmu public speaking, perempuan yang akrab disapa Anggi ini tak hanya memiliki penguasaan komunikasi yang baik.

Dia juga aktif menjadi seorang public speaker, broadcaster, master ceremony, serta bekerja di bidangmarketing strategic plan.

Lulusan Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Pontianak ini mengatakan ilmu public speaking memudahkan langkahnya bekerja sebagai seorang marketing strategic plan. Anggi tak hanya merancang permintaan client. Tetapi, mempresentasikan rancangan tersebut.

 “Bersyukur ilmu public speaking ini berkaitan dengan pekerjaan saya, baik sebagai penyiar maupun karyawan di marketing strategic plan,” ujarnya.

Perempuan yang aktif sebagai aktivis lingkungan ini juga ingin berbagi banyak ilmu public speaking yang dimilikinya kepada orang lain. Pada 2017, Anggi dan salah seorang rekannya merintis private public speaking class Aprila Education Center.

Anggi menuturkan meski dinilai mudah, banyak tantangan yang dihadapi saat mendalami public speaking. Pertama, masih kurang percaya diri dan sulit menemukan rasa nyaman untuk memulai.

Mungkin orang tersebut pernah menjadi korban perundungan (bullying).

“Atau, merasa penampilan yang dimiliki (fisik) kurang mendukung,” tutur Anggi.

Perempuan yang menjabat sebagai Sekretaris Umum Asosiasi Industri Kreatif Kabupaten Kubu Raya ini menyatakan percuma jika ingin terjun mendalami ilmu public speaking, tetapi tak bisa menyakinkan diri atau membuat komitmen. Tantangan lainnya kurangnya minat membaca dan malas mendengar. Padahal kedua hal ini memiliki peranan penting dalam ilmu public speaking.

Menurut Anggi, dengan membaca dan rajin mendengar, seseorang akan mudah berinteraksi dan memberikan informasi serta pengetahuan pada orang banyak.

Pilihan kosa kata yang akan disampaikan pun beragam. Saat berbicara, kosa kata yang disampaikan tak hanya yang ada di dalam pikiran saja.

“Intinya, jangan malas membaca dan mendengar,” pungkasnya.**

 

Berita Terkait