Bengkayang Kaya Wisata Riam

Bengkayang Kaya Wisata Riam

  Sabtu, 3 September 2016 10:33

Berita Terkait

 "Bentuk partisipasi kita bagaimana daerah obyek wisata baru tersebut dikenal orang ramai adalah kita terdiri dari beberapa anggota datang lansung ke lokasi wisata tersebut seperti barusan kami melakukan perjalanan di Riam Manajur. Obyek wisata itu kita upload di Medsos dan kita ajak yang lain ikut datang ke daerah itu. Riam ini masih jarang dikunjungi atau hanya baru beberapa orang karena belum dikenal luas," ujar Ketua BBS Adventure, Jhon kepada Pontianak Post.

Jhon menjelaskan Riam Manajur merupakan salah satu destinasi wisata air terjun yang terletak di Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, tepatnya di Kecamatan Tujuh Belas, Paket D, Desa Laek dengan  titik koordinat 1"00.369' N, 109"46.301" E atau sekitar 226,6 KM dari Kota Pontianak.  "Lokasi ini dapat di tempuh dengan jalur darat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan lama perjalanan dari Kota Pontianak selama kurang lebih 6 jam perjalanan. Setibanya di Desa Laek hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua saja untuk melakukan perjalanan,"  tuturnya.

Waktu tempuh dari Desa Laek ke lokasi riam sekitar satu jam dengan kondisi track jalan yang licin, menanjak, menurun dan pastinya memberikan sensasi tersendiri apalagi dengan panorama hutan hujan tropis. "Setelah melakukan tracking menggunakan kendaraan roda dua, perjalanan dapat dilanjutkan dengan jalan kaki. Perlahan namun pasti untuk sampai tepat tujuan yang areanya di dominasi bebatuan dengan elevasi yang datar di hadapan Air terjun manajur ini, sungguh indah ciptaan sang pencipta," sebutnya.

Menurutnya kondisi Riam Manjur masih sangat alami dengan lingkungan  yang masih terjaga dengan baik dan udara yang masih bersih dan segar, terbukti masih banyak terdapat pohon tembawang dan juga masih banyak terdapat flora dan fauna.

"Kami  di sana menemukan satwa burung enggang gading yang sangat di lindungi oleh warga Desa Laek. Apabila tiba di Riam Manjur sangat di anjurkan tidak membangun tenda di dekat aliran sungai ataupun di dekat air terjun karena volume air yang dapat berubah secara tiba-tiba di saat yang tidak terduga," katanya.

Sementara itu anggota tim lainnya, Dian Irwanda menambahkan bahwa keindahan tebing-tebing bebatuan acsesoris dari air terjun merupakan pemandangan yang indah mempesona. "Hutan yang masih hijau, suara-suara hewan yang menyambut pagi serta menghantar tidur pun terlalu sulit untuk di gambarkan dalam kalimat. Tapi yang terpenting  warga sekitar yang ramah dan mau menemani kami hinggga sampai ke Riam Manjur merupakan pengalaman berbagi yang tak terlupakan," katanya.

Dia menambhakan kondisi sekitar masih sangat jauh dari "penuh sampah" dan ia berharap siapapun yang akan berkunjung ke sana tetap menjaga  kondisi  alam yang masih bersih ini dan tetap menjaga keindahan air terjun manajur ini untuk kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

"Kami mengajak semua pihak untuk juga bersama berteman dengan  alam, menghargai alam, dan mencintai alam untuk kehidupan kita mendatang lebih baik," kata dia. (ars)

Berita Terkait