Belum Sampai Tahap Penyelidikan

Belum Sampai Tahap Penyelidikan

  Jumat, 27 July 2018 10:53
PADAMKAN API: Polsek Sepauk saat berupaya memadamkan api di Desa Nanga Libau, Kamis (26/7). SITI SULBIYAH/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Satu Hotspot Terdeteksi di Sepauk

SINTANG-Kepolres Sintang AKBP Sudarmin, memastikan hingga saat ini belum ada satu pun pelaku pembakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sintang yang ditetapkan sebagai tersangka. Menurutnya tindakan para pelaku itu tidak perlu sampai pada tahap penyelidikan. 

“Hingga saat ini belum pada tingkat penyelidikan,” ungkapnya, kemarin. 

Selain upaya pencegahan yang dilakukan sebelum musim kemarau tiba, tindakan saat telah tejadi kebakakaran juga dilakukan. Selain berupaya memadamkan api, terhadap pelaku juga diberikan tindakan tegas.

“Pelaku pembakaran akan diintograsi, kemudian akan kami buatkan surat pernyataan untuk tidak melakukan pembakaran lahan lagi,” tegasnya. 

Selain memberikan efek jera,  upaya untuk menumbuhkan kesadaran agar tidak membakar lagi menurutnya tidak kalah penting. Sehingga para pelaku selain mendapat teguran, mereka juga akan diberikan pemahaman terkait dampak buruk yang diakibatkan bencana asap.

“Seperti kita ketahui, kebakaran akan menghasilkan asap yang akan menganggu kesehatan. Juga dapat mengganggi tranaportasi, baik darat, air, dan udara. Ini akan berdampak pada perekonomian pastinya,” jelasnya. 

Jika pihaknya menemukan pelaku mengulang kembali perbuatannya, setelah adanya pernyataan tak lagi membakar, maka pihaknya akan memberikan sanksi lebih. Selain itu, jika nanti ada pelaku yang membakar lahan ternyata dengan area yang sangat luas, maka pihaknya tak segan menariknya ke ranah hukum. 

“Kalau yang terjadi hingga membakar lahan yang luas dan memberikan kerugian bagi banyak orang, mungkin ini yanh bisa kita tindak pada tahap penyelidikan, bahkan bisa ditetapkan jadi tersangka,” pungkasnya.

Sementara itu, pada Kamis (26/7), Personil gabungan yang melibatkan Polda Kalbar , Polres Sintang , Polsek Sepauk, melakukan pengecekan lokasi hospot di Desa Nanga Libau, Kecamatan Sepauk. 

Kapolsek Sepauk, Iptu Suwaris mengatakan berdasarkan pantauan satelit Aqua hari Rabu jam 17.47 wib diwilayah Kecamatam Sepauk ada terdapat titik hospot, sehingga tim gabungan Polsek langsung mengecek ke titik yang dimaksud . 

“Hasil pengecekan menunjukkan adanya satu titik api. Lahan yang terbakar berupa ladang rencana untuk tanam padi. Pemilik lahan sekaligus pelaku pembakar lahan tidak di temukan mengingat lahan (TKP) berada jauh dengan pemukiman tempat tinggal masyarakat sedangkan besar lahan satu hektare,” paparnya. 

Namun, lanjut dia, api yang melahap lahan tersebut sudah dalam keadaan padam. Dia pun mengimbau kepada warga yang akan membuka lahan pertanian jangan membakar karena dampaknya sangat buruk dan ada sanksi pidana yang bisa dikenakan. 

“Saya juga meminta Kades rajin menghimbau warganya untuk tidak melakukan kegiatan pembakaran lahan,” pungkasnya. (sti)

Berita Terkait