Belgia vs Rep Irlandia; Darurat Menang

Belgia vs Rep Irlandia; Darurat Menang

  Sabtu, 18 June 2016 10:37

Berita Terkait

BORDEAUX – ''Kamu mabok, ya?''  Asisten manajer Rep. Irlandia Roy Keane melemparkan pertanyaan bernada sinis itu kepada seorang wartawan dalam konferensi pers kemarin. Si wartawan bertanya, apakah kondisi saat ini membuat Irlandia lebih difavoritkan ketimbang Belgia, dalam bentrok Grup E nanti malam. Jawaban spontan—nan sarkastik itu—cukup menunjukkan kesulitan yang dialami The Boys in Green, sebutan Irlandia.

Memang benar, Irlandia sukses menahan imbang Swedia yang lebih difavoritkan pada game perdana mereka Senin lalu (13/6). Skor 1-1 itu juga sebenarnya tak perlu tercipta seandainya Ciaran Clark tidak membuat gol bunuh diri di pertengahan babak kedua. Bedakan dengan Belgia yang kalah 0-2 dari Italia. Ketiadaan Vincent Kompany sangat terasa, organisasi permainan mereka begitu buruk. Namun, sederet fakta itu tak lantas Irlandia pede-pede saja diunggulkan atas Belgia. Rekor mereka di major tournament cukup menghantui. Di Piala Dunia maupun Euro, sejak 2002, mereka belum pernah sekalipun menang. Pada Euro 2012, mereka bahkan kalah pada semua laga di fase grup. Apalagi, manajer Martin O'Neill tidak akan bisa memainkan striker Jon Walters yang mengalami cedera tendon achilles.

''Ini pertandingan yang berbahaya bagi kami, dan Belgia adalah tim yang berbahaya,'' kata Keane sebagaimana dilansir Independent. ''Aku tidak tahu apakah mereka mendapatkan banyak kritik setelah penampilan melawan Italia. Tapi mereka masih bisa menciptakan banyak peluang mengerikan, dan kami harus berhati-hati,'' tegas mantan kapten Manchester United itu.

Keane jelas-jelas menunjuk Eden Hazard sebagai pemain yang harus dijaga ketat oleh pasukannya. Musim lalu memang berjalan tidak terlalu menyenangkan bagi winger Chelsea itu. Namun, performanya membaik secara dramatis mendekati akhir musim. Dia mencetak empat gol dari lima laga terakhir The Blues—sebutan Chelesa.

''Aku tak tahu apa yang terjadi padanya di level klub. Tapi dia (Hazard, Red) sangat bertalenta,'' kata Keane. Selain Hazard, dia meminta John O'Shea dkk pasang mata terhadap gelandang Manchester United Marouane Fellaini yang tampil bagus saat menghadapi Italia. ''Aku suka dia. Kurasa kritik yang diterimanya bertubi-tubi di United agak berlebihan,'' lanjutnya.

Irlandia boleh nervous. Tapi sejatinya Belgia lah yang punya beban lebih tinggi. Mereka wajib menang demi menjaga peluang lolos ke babak 16 besar. Tidak heran kalau manajer Marc Wilmots memberlakukan status 'darurat menang'. ''Game ini menang atau mati,'' ucap Wilmots kepada RTBF.

''Kami punya dua game tersisa, dan dua-duanya serupa final. Kalau kami tidak tampil bagus, kami pulang,'' Wilmots melanjutkan. ''Kami harus sangat berkonsentrasi. Tapi tidak boleh naif dan bodoh,'' katanya.

Belgia bisa menganggap pertandingan ini sebagai laga home. Hazard dkk bermarkas di Bordeaux, tak jauh dari venue pertandingan nanti malam. Mereka menggunakan fasilitas milik klub Girondins de Bordeaux untuk berlatih. Bordeaux dulu adalah bekas klub Wilmots semasa menjadi pemain.

Wilmots juga berjanji tidak akan mengubah filosofi perminan menyerang meski pertahanan mereka rapuh. Kondisi semua pemain fit. Kevin de Bruyne dan Hazard mendapatkan waktu istirahat ekstra karena mengalami benturan ringan saat melawan Italia. Tapi dipastikan bisa bermain. Satu-satunya perubahan yang mungkin terjadi adalah pertukaran posisi De Bruyne dan Hazard.

Media Belgia menyarankan Wilmots memainkan Hazard sebagai pemain nomor 10, di belakang penyerang utama. Sementara De Bruyne dimainkan agak melebar.

Duet bek Toby Alderweireld and Jan Vertonghen juga menyebut striker Irlandia Shane Long sebagai target marking. ''Shane Long cepat dan sangat kuat. Sistem permainan Irlandia sangat ideal buat pemain seperti dia,'' kata Alderweireld. ''Irlandia akan bermain dengan bola-bola panjang yang langsung mengarah ke Long. So kami harus menyiapkan fisik untuk itu,'' lanjutnya.

Alderweireld, yang blundernya di game pertama berbuah gol pertama Italia, mengakui kesalahannya. Mereka sangat kecewa, dan sempat muncul aura negatif di ruang ganti. ''Ada miskomunikasi, dan itu kadang terjadi. Kami tidak akan membiarkan hal serupa muncul lagi saat melawan Irlandia nanti,'' dia berjanji. (na)

Liputan Khusus: 

Berita Terkait