Belasan Rumah Disapu Puting Beliung

Belasan Rumah Disapu Puting Beliung

  Jumat, 24 May 2019 11:57
BETERBANGAN: Salah satu bangunan rumah warga di Kampung Paoh porak-poranda diterjang angin puting beliung.WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH- Masyarakat Kampung Paoh, Kelurahan Anjongan Melancar, Kecamatan Anjongan, Rabu (22/5) sekitar pukul 16.00 WIB dikejutkan dengan musibah angin puting beliung. Sapuan angin kencang yang berlangsung singkat itu, merusak sedikitnya 15 rumah penduduk. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, namun tempat tinggal warga porak-poranda.

Salah seorang korban, Supangat menuturkan terjangan angin puting beliung tersebut berlangsung singkat. Hanya sekitar 3-5 menit saja, belasan rumah yang berada di pinggiran sawah di Kelurahan Anjongan Melancar itu luluh lantah.

 “Saat itu, saya sedang berada di dalam rumah. Tiba-tiba saja, saya mendengar suara gemuruh angin yang begitu kencang. Datangnya dari arah timur menuju barat. Kemudian, berbalik lagi dari barat ke timur,” kenang Supangat.

Khawatir dengan tiupan angin kencang tersebut, dia pun memberanikan diri keluar dari rumah. Dirinya pergi ke bagian depan rumah dan melihat langsung tiupan angin beserta hujan dan petir melanda kawasan pemukiman setempat.

 “Saya melihat angin itu berwarna putih berputar-putar dan melewati rumah-rumah warga. Setiap rumah yang dilewati langsung mengalami kerusakan. Terutama pada bagian atap, seketika melayang ke udara. Termasuk atap rumah saya,” lirihnya.

Dia pun mengaku hanya bisa pasrah. Bencana alam yang terjadi pada sore hari itu menyebabkan atap rumahnya rusak berantakan. Bahkan, dia mengaku mendapati bagian atap rumahnya terbang sejauh 200 meter dari tempat tinggalnya.

 “Saat ini, kami sangat membutuhkan bantuan material untuk memperbaiki atap rumah yang rusak. Jika tidak segera diperbaiki, kami khawatir akan turun hujan dan disertai angin kencang seperti sebelumnya,” tuturnya.

Senada itu, warga lainnya Slamet mengaku saat angin kencang itu menerjang dirinya beserta keluarga berada di dalam rumah. Rumah toko miliknya yang berada di pinggir Jalan Raya Anjongan tersebut juga tak luput dari sapuan angin puting beliung.

 “Saat angin kencang itu terjadi, saya didalam rumah bersama anak-anak dan keluarga. Saya menenangkan anak-anak agar tidak panik dan takut. Setelah angin mereda, barulah kami keluar dari rumah,” akunya.

Seperti korban lainnya, Slamet juga mendengar suara gemuruh angin puting beliung yang mengantam bangunan rumah toko yang dihuninya. Sapuan angin menyebabkan atap rumahnya terlepas dan sejumlah dinding tampak retak.

 “Kalau puing atap yang terbang, saya tidak tahu kemana. Kalau dinding, ada beberapa bidang yang mengalami keretakan. Sampai saat ini anak-anak dan keluarga masih trauma dengan musibah ini,” ucapnya.

Dilain pihak, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Daerah, BPBD Kabupaten Mempawah, Didik Sudarmanto mengaku pihaknya sedang melakukan pendataan terhadap jumlah korban dan kondisi kerusakan bangunan rumha milik warga di Kampung Paoh, Kelurahan Anjongan Melancar.

 “Sampai siang ini, petugas masih mengumpulkan data terhadap jumlah korban dan kerusakan bangunannya. Sementara ini, data yang sudah masuk ke kami sebanyak 9 kepala keluarga. Namun, informasi yang kami terima kemungkinan jumlah korban keseluruhan lebih dari itu,” pendapatnya.

Didik pun memastikan pihaknya akan melakukan penanganan secepatnya mungkin sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku dalam penanggulangan bencana alam. Setelah data korban terkumpul, barulah pihaknya akan menentukan langkah lebih lanjut untuk membantu korban angin puting beliung.

 “Sementara kita lakukan pengumpulan data terlebih dahulu. Pastinya kita akan bergerak cepat untuk menangani para korban agar segera mendapatkan bantuan dan pertolongan,” tukasnya. (wah)

Berita Terkait