Beban Kerja Bertambah, Gaji Tak Berubah

Beban Kerja Bertambah, Gaji Tak Berubah

  Senin, 8 April 2019 09:58

Berita Terkait

Rangkap jabatan atau pekerjaan kadang terjadi di perusahaan. Artinya, karyawan mendapat porsi kerja lebih banyak dari seharusnya. Namun, tak jarang ia bekerja 'sosial', yakni beban kerja bertambah, tetapi gaji tak berubah.

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Ketika seorang temannya resign, Rahmat terpaksa menggantikan posisi sang teman sembari menunggu penggantinya. Ia harus merangkap dua jabatan sekaligus. 

"Saya mengurus bidang pekerjaan saya sekaligus bidang pekerjaan lain yang seharusnya dilakukan teman," ungkap Rahmat.

Akibatnya, pekerjaan Rahmat bertambah banyak. Tak jarang ia terpaksa membawa pekerjaan pulang ke rumah. Di rumah, waktu istirahat pun digunakan untuk bekerja.

"Seharusnya jam 9 malam sudah tidur, karena pekerjaan bertambah, baru tidur jam 12 malam. Kadang jam 1 dini hari," tutur Rahmat.

Menurut Rahmat, yang bertambah hanya beban kerjanya. Namun, tidak dengan gajinya. Perusahaan tidak menambah penghasilannya, walaupun dia harus mengerjakan pekerjaan orang lain.

"Saya seperti kerja 'sosial'. Tapi, mau diapakan lagi. Perusahaan saya memang dari dulu seperti itu," ujar Rahmat.

Dosen FISIP Untan, Dr. Netty Herawati, M.Si mengatakan hal tersebut tidak adil. Karyawan tidak boleh berdiam diri. Wajib untuk mengkomunikasikan hal ini kepada yang memberikan delegasi kerja. Karyawan harus meminta kejelasan mengenai pekerjaan dan gaji yang akan diterima. Karena seyogyanya, gaji yang harus diterima terhitung dua pekerjaan. 

Jika perusahaan merasa keberatan, karyawan bisa meminta perusahaan untuk memilihkan satu dari dua posisi pekerjaan.

"Tentunya, perusahaan harus memilihkan posisi tersebut dengan tepat dan sesuai," ujar Netty.

Melihat dari hukum ekonomi, tak bisa dipungkiri jika beberapa perusahaan kerap menganut sistem memberi dengan modal yang minim. Namun, hal ini tentu tak bisa diterapkan jika karyawan tersebut dinilai berkompeten, seperti berkontribusi dan berprestasi dalam memajukan perusahaan. Sehingga, perusahaan menjadi besar.

Pihak perusahaan dan karyawan harus memiliki keterbukaan dan kejujuran satu sama lain. Termasuk masalah gaji. Jika gaji yang didapatkan dirasa kurang, karyawan bisa melakukan diskusi dan negoisasi. Dengan melakukan diskusi dan negoisasi, pihak perusahaan dan karyawan bisa mendapatkan solusi. 

"Karena gaji yang diterima harus sesuai dengan kinerja pekerjaan," ujarnya.

Netty menuturkan pengajuan gaji sudah bisa diutarakan sejak sesi wawancara. Meski perusahaan memiliki standar gaji, karyawan sah-sah saja mengajukan gaji yang lebih tinggi. Tentunya, diimbangi dengan keahlian yang dimiliki. 

"Ketika perusahaan menanyakan mengapa ingin mendapatkan gaji yang lebih besar, calon karyawan bisa memberikan jawaban secara rinci hingga diyakini mampu memuaskan perusahaan. Dan membuat perusahaan bisa menerimanya," tutur Netty. **

Berita Terkait