BBPOM Pontianak Edukasi Masyarakat

BBPOM Pontianak Edukasi Masyarakat

  Sabtu, 28 July 2018 10:33
EDUKASI: Kepala BBPOM Pontianak Susan Gracia Arpan memberikan edukasi dan informasi kepada salah satu pengunjung stan. MARSITA RIANDINI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Penggunaan Obat dan Makanan

BALAI Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pontianak berpartisipasi dalam Kalbar Expo 2018 yang berlangsung di Pontianak Convention Centre. Berbeda dari stan lainnya, BBPOM Pontianak menampilkan sejumlah contoh obat, obat tradisional, kosmetik, suplemen kesehatan, dan pangan olahan yang tidak memiliki izin edar atau yang dicurigai berbahaya bagi kesehatan. Masyarakat masih bisa berkunjung ke stan ini hingga Minggu (29/7). 

Kepala BBPOM Pontianak Susan Gracia Arpan mengatakan, selain melakukan tindakan pengawasan, BBPOM juga melakukan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat. Stan ini pun menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Sejumlah pengunjung tampak terkaget-kaget melihat sejumlah kosmetik dan obat tradisional yang biasa dilihatnya. “Memang produk-produk yang kita amankan ini sering diedarkan di masyarakat. Selain harganya murah, pada kosmetik misalnya cepat memutihkan,” ulasnya. 

Susan pun memanfaatkan momen ini, dan menjelaskan ke masyarakat dampak dari penggunaan obat dan makanan yang tidak memiliki izin edar tersebut. Masyarakat bisa melakukan pengecekan langsung pada kemasan produk, apakah tertera izin dari BPOM. 

“Memastikan sebuah produk telah terdaftar atau tidak di BPOM, masyarakat bisa mendownload aplikasi Cek BPOM yang tersedia di Playstrore bagi pengguna android. Dengan menggunakan aplikasi tersebut masyarakat bisa melihat apakah sebuah produk telah terdaftar atau tidak,” katanya sembari menyontohkan ke pengunjung cara mengeceknya. 

Penggunaan produk tanpa izin edar ini bisa saja berbahaya bagi kesehatan, karena bisa saja ada kandungan berbahaya seperti kandungan merkuri pada produk pemutih yang bisa berbahaya bagi kulit. Beragam ancaman yang membahayakan. Pada kosmetik bisa menyebabkan kanker kulit. 

Pada obat-obatan yang tidak jelas kandungannya, bisa merusak ginjal. Ada juga kata dia, obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat. “Ini berbahaya. Kalau obat kimia dengan resep dokter, terukur dosisnya. Kalau obat tradisional yang mengandung bahan kimia dan tidak jelas dosisnya,bisa berbahaya pada organ tubuh,” jelasnya. 

Susan menjelaskan, bahaya lain yang mengancam masyarakat adalah produk yang dipalsukan. Ada banyak merek obat dan kosmetik yang dipalsukan. Maka dari itu, ia meminta masyarakat lebih hati-hati dalam pemilihan obat dan makanan, termasuk kosmetik. Tidak lupa,  Susan Gracia juga terus mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dengan langkah mudah Cek Klik. Yakni cek kemasan, cek label, cek izin edar, dan kedaluarsa. 

 Apabila menemukan hal hal yang mencurigakan atau mempunyai informasi yang ingin disampaikan, masyarakat dapat segera menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen BBPOM Pontianak. Masyarakat juga bisa menggunakan aplikasi e-BPOM yang memfasilitasi layanan publik dalam proses perizinan Importasi Obat Jadi, Bahan Baku Obat, Bahan Baku dan Produk Obat Tradisional, Kosmetika, Produk Komplemen, Bahan Baku Pangan, Bahan Tambahan Pangan dan Produk Pangan di lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.

Belum lama ini, BBPOM Pontianak menyita ratusan produk kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya. Produk komestik dan obat ilegal ini disita di sejumlah toko di tidak wilayah kabupaten di Kalimantan Barat.  Pengamanan itu berdasarkan surat perintah dari Balai POM pusat, dalam rangka aksi penertiban pasar dari kosmetik ilegal atau dengan bahan berbahaya. Aksi penertiban pasar ini dilakukan serentak seluruh Indonesia. Dari aksi penertiban tersebut, ratusan produk kosmetik terdiri dari 126 item atau merek dengan total 1.839 produk diamankan.(mar/ser)

 

Berita Terkait