Bayi Aisyah akan Dioperasi

Bayi Aisyah akan Dioperasi

  Rabu, 27 January 2016 10:16

SINGKAWANG- Dokter dan pihak Rumah Sakit Abdul Azis Kota Singkawang menggelar rapat terkait persiapan operasi yang akan dilakukan kepada menangani pasien bayi berusia tiga bulan bernama Aisyah Putri penderita Hidrosepalus yang menderita  anak dari Mariyana.

“Para Dokter, yakni dokter spesialis anak RSUD dr Abdul Aziz Singkawang, dr Diana, dengan dr Sony dan dr Sandy yang akan menangani pasien, sudah melakukan rapat. Kemudian disampaikan kepada ibu bayi mengenai risiko terhadap tindakan yang akan dilakukan,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Penunjang Medis RSUD dr Abdul Aziz Singkawang, Mularso, Selasa (26/1).

Menurutnya, jelang jadwal pelaksanaan operasi yang telah ditentukan doter. Pihak RS akan melakukan pengawasan khusus. Sehingga orang tua pasien, jika mendapati hal-hal yang kiranya menyangkut bayinya, dipersilahkan untuk menyampaikan ke pihak RS.

Dokter spesialis anak RSUD dr Abdul Aziz Singkawang, dr Diana menyebutkan sebelum dilakukan operasi. Pihaknya harus menyampaikan kepada pihak keluarga mengenai kondisi maupun risiko ketika tindakan tersebut dilakukan.“Terlebih, bayi Aisyah yang menderita Hidrosepalus. Risiko saat dilakukan operasi sangat tinggi,” kata dr Diana.Sehingga kondisi ini harus dipahami, terutama sang ibu. “Orang tua harus memikirkan benar-benar mengenai risiko atas anaknya. Sebelum memberikan persetujuan untuk dilakukan tindakan operasi,” katanya.

Dokter ahli syaraf RSUD dr Abdul Azis, dr Sony menyebutkan hal sama. Dirinya menyebutkan setelah dilakukan pemeriksaan. Cairan di kepala Aisyah sudah cukup banyak. Sehingga hal ini mengandung risiko tinggi jika operasi dilakukan. “Rencana akan dilakukan operasi Kamis nanti, sehingga Rabu, orang tua pasien dipersilahkan memikirkan benar-benar iya atau tidak untuk diambil tindakan tersebut setelah kita berikan gambaran mengenai kondisi dan risiko jika operasi dilakukan,” katanya.

Lantaran, dari pasien yang pernah ditangani. Aisyah adalah pasien hidrosepalus berat, karena pembesaran di kepala sudah sangat berat atau diambang batas. Termasuk risiko infeksi juga bisa saja terjadi.“Jika orang tua mengiyakan tindakan operasi diberikan, harus memahaminya. Kita sebagai dokter akan berupaya semaksimal mungkin,” katanya.dr Sandi menyebutkan, hak orang tua bayi untuk apakah operasi bisa dilakukan atau tidak. “Jika memang bersedia untuk tetap di operasi, itu hak ibu pasien. Jadi kami dari pihak dokter dan RS tidak ada unsure pemaksaan,” katanya.

Aisyah adalah anak pertama dari Mariyani, warga yang tinggal di rumah kos di Jalan Manggis Kelurahan Roban ini, sejak lahir sudah terlihat ada pembesaran di kepalanya, kemudian pembesaran tersebut semakin membesar.(fah)