Bawa Persoalan Kampung Beting di Tingkat Pusat

Bawa Persoalan Kampung Beting di Tingkat Pusat

  Minggu, 24 July 2016 10:37
EKSOTIK: Kampung Beting sebagai sebuah kampung peradaban peninggalan masa lalu. Pemkota Pontianak berencana akan meningkatkan kualitas kampung tertua di Kota Pontianak tersebut. RAHMATMENONG.BLOGSPOT.CO.ID

Berita Terkait

Sutarmidji Kembali Didaulat jadi Pembicara Nasional

Wali Kota Pontianak Sutarmidji kembali menjadi pembicara nasional di forum berbeda. Kali ini dia berkesempatan menjadi narasumber pada Paralel Even Urban Slum Upgrading (Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan) yang diselenggarakan Direkrorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU-PERA di Hotel Sheraton Surabaya, Jumat (22/7). 

PADA kesempatan tersebut Wali Kota Pontianak menyampaikan materi tentang pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh nelayan, tepi air di kawasan Kampung Beting, Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalbar.

Dipastikan dia bahwa pemerintah tidak main-main dalam menata kawasan permukiman tepi air di Kampung Beting. Stigma negatif yang selama ini melekat di Kampung Beting, akan segera dihilangkan, karena penataan pemukiman sudah mulai dilakukan. Termasuk program-program pemberdayaan masyarakat di sana.  

Sebelumnya, Sutarmidji telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Direktur Jenderal Cipta Karya, Kementerian PU-PERA Andreas Suhono di Kantor Kementerian PU-PERA. Saat itu Andreas mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang meminta ada tiga kampung air untuk ditata. Salah satu yang terpilih adalah Kampung Beting di Pontianak.

Sutarmidji memaparkan, kawasan tersebut merupakan cikal bakal lahirnya Kota Pontianak. Di sini ada Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman, Keraton Kesultanan Pontianak dan lainnya. “Kawasan ini juga sudah ditata dan dibenahi. Alhamdulillah sekarang berubah dan semakin hari semakin baik," kata Midji, sapaan karibnya.

Dia menambahkan, Presiden Joko Widodo juga sudah pernah dua kali mengunjungi Kampung Beting, saat melaksanakan kunjungan kerja di Kota Pontianak. Karena itu dia menyatakan Pemkot Pontianak sangat siap untuk mensukseskan penataan Kampung Beting ini. “Untuk teknis pelaksanaannya, akan dibagi-bagi antara pemerintah pusat, Pemprov Kalbar dan Pemkot Pontianak,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, saat ini kawasan kumuh Kota Pontianak ada sekitar 66 hektare. Untuk kawasan kumuh berat ada 22 hektare dan sisanya merupakan kawasan kumuh ringan. Dalam rencana capaian Millennium Development Goals 2019 yaitu 100.O.100. Di antaranya 100 persen akses air bersih, 0 wilayah kumuh dan 100 persen akses sanitasi diharapkan di Kota Pontianak bisa tercapai.  “Jika akses air bersih dan wilayah kumuh saya yakin bisa segera terpenuhi,” katanya.  

Karena tahun ini PDAM telah menyelesaikan booster di wilayah Pontianak Timur dengan kapasitas 300 liter perdetik. “Ini akan diresmikan dan akan mulai pembangunan lagi unruk 300 liter per detik di Imam Bonjol,” jelasnya. Ditambah rencananya ada penambahan untuk 100 liter per detik di Pontianak Barat dan Utara, yang kini tengah disiapkan FS dan DED nya.

Sementara untuk sanitasi dia mengakui sangat tergantung pada masyarakatnya sendiri. Tinggal mau atau tidak berubah sehingga tidak membuang sampah sembarangan serta bisa menjaga saluran tetap bersih. Tahun depan rencananya akan disispkan anggaran untuk pemasangan pipa sanitasi tersier di 300 hingga 400 gang dan bisa untuk 20 hingga 25 ribu sambungan. 

Jika semua sudah selesai dan berjalan dengan baik, Wali Kota yang telah menjabat selama dua periode ini mengatakan selanjutnya tinggal memikirkan tentang kualitas air. “Kalau pelanggan rumah tangga mau PDAM tarifnya naik 35 persen maka saya akan buat penyaringan air dengan river osmosis atau RO, jika sudah seperti itu tidak ada lagi masalah air asin. Target saya pelanggan sudah tidak ada lagi yang sedot-sedot air, karena jika pakai sedot akan menyedot air kotor akibat bocoran di pipa,” imbuhnya. 

Terkait hal tersebut, sebelumnya pembangunan jalan gertak beton pinggir Sungai Kapuas sudah dimulai usai penancapan tiang pertama oleh Wali Kota Pontianak Sutarmidji di Pasar Kenanga, Pontianak Timur, Sabtu (16/7). 

Untuk tahap pertama ini akan dibangun sepanjang 386 meter di wilayah Kelurahan Tambelan Sampit. Menurut Sutarmidji, total penataan pinggir Sungai Kapuas ini rencananya akan dilaksanakan sepanjang 1,2 kilometer. Pihaknya telah mengusulkan ke Kementerian PU-PERA agar tahun 2017 mendatang panjang gertak bisa dituntaskan hingga ke Jembatan Kapuas I. 

Dia menjelaskan setelah penataan kawasan pinggir Sungai Kapuas tuntas, pihaknya akan membangun kopel-kopel untuk tempat bermain meriam karbit dan aktifitas lainnya. “Sehingga kawasan ini akan tumbuh perekonomiannya sebagai obyek wisata dan kreatifitas lain yang memberi nilai ekonomis bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Mengenai anggaran dijelaskan, bersumber dari APBN. Namun terkait permasalahan sosial di kawasan tersebut akan ditangani dari APBD. Dia berharap seluruh masyarakat yang berada di kawasan penataan itu bisa kooperatif mendukung pembangunan ini. Jangan sampai ada yang mengganggu atau menghambat prosesnya.

Pembangunan ini dikatakan menelan dana senilai Rp13,9 miliar lebih. “Penataan jalan titian atau gertak beton di bantaran Sungai Kapuas di kawasan Tambelan Sampit sepanjang 386 meter dan lebar tiga meter, targetnya selesai dalam lima bulan. (bar)

Berita Terkait