Batako Daur Ulang, Solusi Pembuatan Bahan Bangunan Ramah Lingkungan

Batako Daur Ulang, Solusi Pembuatan Bahan Bangunan Ramah Lingkungan

  Kamis, 16 Agustus 2018 10:00
JUARA: Tim dari SMP Katolik Santu Petrus meraih medali perak dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia tingkat nasional di Surabaya. ISTIMEWA

Berita Terkait

Tim dari SMP Katolik Santu Petrus  berhasil meraih medali perak dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) SMP tingkat nasional di Surabaya. Penelitian tersebut memberi solusi untuk membuat batako yang ramah lingkungan. Bagaimana prosesnya?

MARSITA RIANDINI, Pontianak

BATAKO dipakai sebagai material bangunan yang terbuat dari campuran pasir atau bebatuan dengan semen. Umumya bahan pembuatan  batako menggunakan kerikil dan pasir. Tim dari SMP Katolik Santu Petrus berhasil memanfaatkan limbah sebagai bahan pengisi batako. Seperti limbah styrofoam, sabut kelapa, dan debu kayu. 

Batako yang dihasilkan sedikit berbeda dari batako pada umumnya. Bagian tengahnya tidak diberi lubang. Sedangkan batako umumnya ada bagian lubang agar lebih ringan. Namun, jangan khawatir. Batako buatan mereka sudah melewati mesin penguji kuat tekan. Hasilnya, lolos uji bahkan berstandar nasional Indonesia.  

“Manfaat penelitian ini kami harapkan memberikan suatu inovasi untuk membuat batako tanpa menggunakan material-material yang berasal dari perut bumi. Memberikan suatu solusi untuk mengurangi kegiatan pertambangan. Mendaur ulang limbah menjadi bahan yang bermanfaat,” ujar Viola Jovita, ketua tim didampingi dua temannya, Figo Valentino dan Steven Lim. 

Viola menceritakan bagaimana proses kerja dari pembuatan batako ini. Alat yang disiapkan parutan halus, saringan, wadah, pengaduk semen dan cetakan, sedangkan bahan yang digunakan semen biasa, Semen putih, limbah styrofoam, sabut kelapa dan debu kayu. 

“Batako inovasi kami ini juga biasa disebut sebagai batako  daur ulang. Ada beberapa bahan pengisinya. Ada batako dengan pengisi styrofoam parut, batako dengan pengisi styrofoam parut dan  sabut kelapa, batako dengan pengisi debu kayu bangkirai, batako dengan pengisi styrofoam cair,” ungkapnya. 

Dipilihnya, styrofoam lanjut dia karena sulit terurai sehingga sangat baik untuk pembuatan batako yang memang mengutakan kuat tekan yang tinggi, agar tidak mudah pecah. “Selain itu juga karena sekarang ini kan banyak orang menggunakan styrofoam, terutama sebagai wadah makanan,” jelasnya. 

Pembuatan Batako dengan pengisi styrofoam parut, pertama parutlah styrofoam dengan pemarut kelapa sampai halus. Masukkan semen biasa sebanyak 150 gram atau lalu campurkan semen putih sebanyak 50 gram agar tekstur yang dihasilkan lebih padat. Kemudian masukkan air ke dalam kedua campuran semen dan aduk hingga merata. Masukkan styrofoam parut ke dalam campuran dan aduk campuran itu. “Setelah tercampur rata,cetak di sebuah cetakan dan kemudian tunggu hingga kering,” paparnya. 

Sementara pada pembuatan batako dengan pengisi styrofoam cair, hal pertama yang perlu dilakukan memecahkan styrofoam menjadi bagian-bagian kecil. Tuang pertalite ke dalam wadah, kemudian taruh potongan-potongan styrofoam dan campur hingga stereofoam larut dalam pertalite. 

Proses pencampuran harus cepat karena bahan bakar minyak dapat menguap jika terlalu lama terpapar suhu udara. Setelah tercampur, tambahkan semen sebanyak 150 gram dan semen putih sebanyak 50 kilogram agar tekstur yang dihasilkan lebih padat. Setelah itu campurkan air ke dalam campuran,  aduk hingga merata, kemudian cetak dan tunggu hingga hingga merata.

Demikin pula pembuatan batako dengan pengisi sabut kelapa dan styrofoam parut. Proses pembuatannya tidak jauh beda dengan yang lain. Anda bisa memasukkan semen biasa sebanyak 150 gram lalu campurkan semen putih sebanyak 50 gram agar tekstur yang dihasilkan lebih padat. 

Setelah itu campurkan air ke dalam kedua campuran semen aduk hingga merata. Tambahkan styrofoam parut dan debu sabut kelapa ke dalam campuran dan aduk campuran itu hingga merata. Cetak adonan dan tunggu hingga kering.(*)

 

 

Berita Terkait