Basarnas Butuh Tenaga Relawan

Basarnas Butuh Tenaga Relawan

  Selasa, 26 March 2019 10:56
FOTO BERSAMA: Ramah tamah antara Pemkab Sintang dan tokoh masyarakat Sintang bersama Direktur Bina Potensi Basarnas, Marsekal Pertama TNI F Indra Jaya, Minggu, (24/3) malam di Pendopo Bupati Sintang.

Berita Terkait

SINTANG-Ratusan undangan  mengahadiri undangan acara  Ramah  Tamah  antara Pemerintah Kabupaten Sintang dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Sintang bersama Direktur Bina Potensi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Pertama TNI  F Indra Jaya, Minggu, (24/3) malam. 

Sejumlah hal disampaikan dalam pertemuan tersebut, terutama berkaitan dengan

Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan, Sintang yang memiliki luas 21 ribu km persegi, dengan jumlah desa 391 yang tersebar dalam 14 kecamatan, kabupaten ini masih terkendalam dalam hal transportasi darat dan sungai. Kondisi ini yang membuat potensi terjadinya kondisi kegawatdaruratan semakin besar.

“Ditambah pula dengan potensi munculnya kebakaran hutan dan lahan, maupun tanah longsor, maka penanganan terhadap kondisi ini harus selalu disiagakan bila terjadi bencana-bencana tersebut,” ungkap Bupati Sintang Jarot Winarno.

Pemkab Sintang menurutnya telah menetapkan kondisi kegawatdaruratan infrastruktur dasar sebagai salah satu prioritas  yang harus dikerjakan selama lima tahun ini, sehingga berbagai bentuk kejadian  bencana  dan kegawatdaruratan dapat  diantisipasi dan diminimalisir dampaknya. Hal itu juga untuk menjawab,  kekurangan kapasitas  dan tenaga yang bertugas menangani kondisi kegawatdaruratan, yang biasanya tugas ini dilakukan oleh Basarnas.

“Sehingga dengan hadirnya Basarnas ini memberikan energi  baru dan warna baru bagi kami,” ungkap Jarot.

Adapun untuk menjawab kondisi kesiapsiagaan itu, maka menurutnya diperlukan SDM yang berkompeten dan selalu siap siaga pula. Karena itu, dia meminta, agar Basarnas  dapat bersinergi, dengan pihak-pihak yang dapat dilibatkan dalam kerja-kerja Basarnas, seperti pasukan Sat Pol PP,  Damkar. Bahkan tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat yang sudah mendapatkan pelatihan khusus.

“Kami juga sudah mengirim sekitar 32 putra-putra Sintang   untuk mengikuti training  di Basarnas, hasilnya cukup bagus,” kata dia.

Jika perlu, tambah Bupati, para pegawai  di lingkungan kabupaten  Sintang juga bisa diberikan pelatihan Basarnas , mengingat antusias terhadap pelatihan jenis ini sangat besar “Seperti teman-teman rumah sakit  termasuk  teman-teman dari puskesmas juga ingin dilibatkan dalam pelatihan Basarnas,” pungkas dia.

Sementara itu, Direktur Bina Potensi Basarnas RI  Marsekal Pertama TNI  F Indra Jaya, mengatakan bahwa Pos SAR  yang didirikan  di Kabupaten Sintang selama ini  masih  terkendala dengan  personil yang masih terbatas. Jumlahnya hanya delapan orang, sehingga sulit untuk mengemban kerja-kerja SAR di daerah seluas Kabupaten Sintang.

“Karena itu, kami sangat berterimaksih  sudah mendapatkan dukungan dari Bupati Sintang,. Beberapa tenaga honorer yang  akan dilatih menjadi Tim SAR pada Senin ini, diharapkan bisa membantu para personil  Pos  SAR di Kabupaten Sintang dalam melaksanakan  tugas pencarian dan pertolongan apabila ada  kejadian atau bencana  maupun kecalakaan di darat, air dan udara,” tutur dia. (sti)

Berita Terkait