Baru 55 Persen Desa di Sintang Tersentuh Listrik

Baru 55 Persen Desa di Sintang Tersentuh Listrik

  Sabtu, 21 April 2018 07:36
PENJELASAN: GM PLN Wilayah Kalbar, Richard Safkaur memberikan penjelasan. SUTAMI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINTANG-Belum semua desa di Sintang tersentuh akses listrik. Layanan listrik baru mampu menjangkau 55 persen dari seluruh desa yang ada. Penyediaan listrik masih harus terus diupayakan untuk menjawab pemerataan. Pemerintah bersama perusahaan listrik negara menyatakan bakal membangun sinergi buat mewujudkannya.

General Manager PLN Wilayah Kalbar, Richard Safkaur menyampaikan langsung tentang kondisi kelistrikan Sintang. Pihaknya belum sepenuhnya menjangkau seluruh desa. Upaya  listrik  terbangun ke semua desa tetap menjadi komitmen. Pembangunannya dilakukan secara bertahap. Mengingat masih banyak desa yang harus dijangkau.

Secara administratif Sintang mempunyai 391 desa dan terdiri atas 14 kecamatan. Hampir separuhnya belum tersentuh jaringan listrik bila melansir dari yang disampaikan GM PLN Wilayah Kalbar. “Ditambah lagi dengan adanya desa pemekaran. Beban tugas PLN makin berat dalam menyiapkan ketersediaan listrik,” kata Richard, Jumat (20/4) disela launching listrik pra bayar menuju Sintang terang.

Menurutnya PLN mempunyai target bagi Sintang, pada 2019, jangkauan listrik bisa meningkat jumlahnya. PLN menargetkan bisa tercapai menjadi 66 persen. Koordinasi dengan pemerintah akan terus dilakukan dalam mengejar target tersebut. Dukungan masyarakat juga dibutuhkan. Sinergi dengan banyak pihak akan dilakukan PLN.

Ia turut menargetkan di Sintang pelanggan bisa beralih ke listrik prabayar. Sejumlah keunggulan dikemukakan bila menjadi pelanggan prabayar. Misal pemakaian listrik menjadi lebih mudah dikontrol. Kemudian dapat dimudahkan melalui pemanfaatan teknologi. Karena itu, untuk pelanggan di Sintang ditarget bisa beralih  100 persen dalam waktu segera.

Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan sesuai visi misi Pemkab Sintang yang tertuang dalam prime mover pembangunan. Satu diantaranya membangun listrik desa. Ketersediaan listrik masih belum sepenuhnya menyentuh semua desa di Sintang. Kerjasama dengan PLN begitu dibutuhkan untuk mewujudkan listrik masuk desa. Pemerintah siap berkoordinasi dan akan terus membangun komunikasi intensif.

Ia turut menyambut baik program konversi program listrik menjadi prabayar. Keuntungannya pemakaian listrik bisa menjadi lebih efesien karena dapat terukur.  Pelayanan menjadi lebih mudah, karena pelanggan bisa memanfaatkan teknologi untuk pembeliaannya. Petugas tidak lagi perlu datang ke rumah pelanggan, untuk mencatat pemakaian listrik. (stm)

 

Berita Terkait