Barantan Lepas Ekspor Komoditas Pertanian Senilai 24,1 M

Barantan Lepas Ekspor Komoditas Pertanian Senilai 24,1 M

  Jumat, 24 May 2019 11:55
LEPAS EKSPOR : Barantan melepas empat komoditas pertanian Kalbar untuk diekspor ke sejumlah negara, di Kantor PT Pelindo II Cabang Pontianak, Selasa (22/5) sore.SITI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) kembali melepas ekspor komoditas pertanian asal Kalbar. Pelepasan tersebut digelar saat kegiatan Akselerasi Ekspor Produk Pertanian Kalimantan Barat, di Kantor PT Pelindo II Cabang Pontianak, Selasa (22/5) sore.

Ekspor senilai Rp24,1 miliar itu, terdiri dari empat komoditas, yakni karet senilai Rp9,1 Miliar, kelapa parut Rp6,2 Miliar, kelapa bulat Rp1,4 Miliar, serta pinang biji Rp4,8 Miliar. Untuk keempat komoditas tersebut akan diekspor ke berbagai negara. Komoditas karet lempengan akan diekspor ke China, India, Korea senilai, kelapa bulat ke China; kelapa parut kering tujuan Brazil, Arab Saudi, Turki dan Polandia; lada diekspor ke Vietnam; dan pinang biji akan diekspor ke Bangladesh, India, Thailand dan Pakistan.

Kepala Barantan, Ali Jamil mengatakan, akselerasi ekspor komoditas pertanian merupakan instruksi Presiden Joko Widodo kepada Kementerian Pertanian. “Instruksi Presiden Joko Widodo kepada Kementerian Pertanian adalah untuk mengakselerasi eksportasi komoditas pertanian kita. Oleh Menteri Pertanian, ditugaskanlah hal itu kepada kami (Barantan), dan Direktorat Jenderal terkait, supaya bagaimana upaya mengakselerasi ekspor dapat direalisasikan,” ungkapnya.

Ali menilai, nilai ekspor komoditas pertanian Kalbar sangat menggembirakan. Tahun lalu, nilai ekspor komoditas pertanian Kalbar mencapai Rp2,8 triliun. Ada sejumlah komoditas unggulan pertanian dari Kalimantan Barat, sebut saja karet lempengan dan kelapa parut kering.

Dalam kesempatan yang sama, pihaknya juga memberikan delapan sertifikat kesehatan produk pertanian kepada para eksportir. Sertifikat kesehatan tersebut, adalah sebagai dokumen pendamping komoditas ini untuk berangkat ke luar negeri. Dia berharap, tahun depan jumlah eksportir dari Kalbar bertambah.

“Tahun lalu eksportir (komoditas pertanian) dari Kalbar ada sekitar 80, dan di tahun 2019 kita berharap bisa bertambah jumlahnya, terutama eksportir yang berasal dari kaum milenial,” pungkas dia.

Sementara itu, Asisten I Sekretariat Daerah Kalbar, Alexander Rombonang menjelaskan, pemerintah Kalbar sangat mendukung program akselerasi ekspor yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian. Karena hal ini sejalan dengan pembangunan daerah yang sedang dilakukan dalam rangka mendorong naiknya potensi ekspor komoditas pertanian di provinsi ini. 

“Saat ini kami sedang melakukan pembangunan pelabuhan ekspor baru di daerah Kijing, yang kapasitas pelabuhannya lebih besar dari pelabuhan dwikora ini,” kata dia. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Pontianak, Bintoro, menambahkan, Pontianak seabgai kota perdagangan dan jasa, berupaya semaksimal mungkin dalam kemudahan berusaha, termasuklah bagi para eksportir. 

Perizinan terkait dunia usaha, diupayakan untuk semudah dan secepat mungkin. “Kita sangat mempermudah dan mempercepat pengurusan usaha apapun bagi pelaku usaha. Jangan bertele-tele pengurusan apapun yang terkait dengan jasa,” kata Bintoro. (sti)  

Berita Terkait