Bappeda Gelar Sekolah Drone

Bappeda Gelar Sekolah Drone

  Sabtu, 5 December 2015 10:22
SEKOLAH DRONE: Peserta praktik lapangan di lokasi Kantor Bupati Kayong Utara yang baru di Paya Hitam, Sukadana, Kamis (3/12). DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA- Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kayong Utara (KKU) bekerjasama dengan Swandiri Institute mengelar pelatihan pemetaan udara berbasis drone (pesawat tanpa awak). di Aula Bappeda KKU, Jalan Baru, Air Pauh dan Paya Hitam, Sukadana, 30 November  sampai 5 Desember 2015.

Pejabat mewakili (Pjw) Kepala Bappeda KKU, Tommy Djunaidi Ssos MT mengatakan, kegiatan ini bertujuan guna melatih Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) teknis untuk menguasai pemetaan dan penginderaan jarak jauh dengan menggunakan media drone.
“Wahana terbang tanpa awak atau umum disebut drone, beberapa tahun terakhir mulai dikenal sebagai alat memfoto udara dan pembuatan video. Di Indonesia cukup banyak komunitas drone, baik untuk kepentingan kampanye, pemetaan untuk penentuan tapal batas dan landskap wilayah, maupun untuk pembuktian kasus-kasus tertentu,” terang Tommy, Pjw Bappeda Kabupaten Kayong Utara belum lama ini.
Dalam Pelatihan ini diikuti utusan dari Bappeda Provinsi Kalbar, Bappeda KKU, Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum (PU) KKU, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) KKU, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) KKU, Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) KKU, dan Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Sekbang), Sekretariat Daerah (Setda) KKU. Dan setiap SKPD mengirimkan tiga staf, terbagi untuk bagian information teknology (IT), perakitan wahana tanpa awak, dan teknis lapangan.
Mengenai hal ini, terdapat beberapa peserta ada yang membawa laptop mahal namun tidak memenuhi spesifikasi bagi pengolahan hasil pemetaan Drone untuk dijadikan gambar tiga dimensi.Untungnya pihak Bappeda KKU menyediakan beberapa personal computer (PC) yang biasa digunakan untuk fasilitas pengolahan geographic information system (GIS).
Tim tenaga pengajar untuk Sekolah Drone KKU 2015 ini berasal dari Swandiri Institute. Materi pengenalan pilot wahana tanpa awak disampaikan Indra Haryanto, yang biasa disapa Agam karena merupakan berasal dari Provinsi Daerah Istimewa (DI) Aceh.
Kemudian materi standar operasional prosedur penerbangan disampaikan Arif Munandar, mantan Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Provinsi Jambi. Teknik rencana penerbangan, Rodhiyan. Mekanika dan elektronika wahana tanpa awak, A’la Muadudi dan Rizki Wahyu.
Materi dan perakitan wahana tanpa awak dilaksanakan di Aula Bappeda KKU. Sedangkan latihan penerbangan dilaksanakan di ruas jalan baru tak jauh dari calon Kantor Bupati Kayong Utara yang baru.“Untuk foto hasil dari pesawat tanpa awak setelah diolah dengan program Agisoft Photoscan berhasil berubah tampilannya jadi tiga dimensi.
Galangan sawah, tanaman petani, maupun rumah warga yang awalnya hanya gambar biasa atau dua dimensi, akhirnya menjadi tiga dimensi,” kata Fahrrurazi SE, utusan dari Ekbang Setda KKU di Aula Bappeda KKU, Kamis (3/12).Sedangkan untuk utusan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KKU, Sugeng dirinya fokus di pelatihan perakitan wahana tanpa awak. Perakitan sendiri dibagi di komponen mekanika dan elektronika. “Semoga saja dalam pelatihan wahana tanpa awak ini dapat memetakan kawasan pada rawan akan terjadinyabencana,” harapnya. (dan)

 

Berita Terkait