Bapak Sempat Bilang Mau Natal Bersama, Pesannya Rajin Belajar

Bapak Sempat Bilang Mau Natal Bersama, Pesannya Rajin Belajar

  Kamis, 13 December 2018 09:42
SEDIH: Keluarga meratapi pemakaman Samuel Pakiding, korban Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata. RIFQI HIDAYATULAH/KALTI M POST

Berita Terkait

Ratusan Orang Iringi Pemakaman Samuel Pakiding, Korban KKSB

Samuel Pakiding, korban penembakan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Papua dimakamkan Rabu (12/12). Ratusan keluarga, kerabat serta jemaat gereja mengikuti ibadah pemakaman di rumah korban di Desa Jahab, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara.

M RIFQI HIDAYATULLAH, Tenggarong

SEDARI pukul 09.00 Wita, puluhan keluarga terdekat korban duduk melantai berhadapan dengan peti jenazah almarhum. Lokasinya berada di teras rumah, berdampingan dengan salib bertuliskan Samuel Pakiding. Beberapa karangan bunga, juga tampak berjejer di halaman rumah duka.

Sejumlah tokoh masyarakat pun duduk di kursi-kursi yang telah disediakan pihak keluarga. Beberapa di antaranya yang hadir seperti DB Paranoan, mantan dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman Samarinda serta Lurah Jahab Asmawi. Jemaat dari Gereja Toraja Buntu Marannu Kukar pun ikut dalam ibadah kedukaan tersebut.

Doa-doa yang disampaikan pendeta membuat suasana ibadah menjadi lebih khusyuk. Nyanyi-nyanyian doa secara bergantian dibawakan perwakilan gereja maupun keluarga. Agustina Ludia Passa (35), istri Samuel Pakiding tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Sejak pagi, posisinya tak bergeser dari sisi peti jenazah tersebut. Ia didampingi keluarga terdekat seperti ibu serta saudara Samuel Pakiding.

Menjelang proses pemakaman, suara tangis pun pecah. Suasana penghormatan terakhir bagi Samuel, membuat keluarga korban tak kuasa melampiaskan kesedihannya. Agustina beberapa kali jatuh pingsan. Sempat mencoba bangkit, dia justru berupaya menggapai peti jenazahnya yang mulai diangkat menuju ke pemakaman.

Ia begitu tak terima, lantaran suami yang dia cintai harus tutup usia dengan cara yang mengenaskan. Bersama para anak-anaknya, Agustina meratapi peti jenazah dari kejauhan yang sudah masuk ke mobil ambulans. Berjalan selangkah demi selangkah, dia kembali pingsan. Namun, dia tetap bersikeras ingin melihat langsung proses pemakaman suaminya tersebut. Tak banyak kata yang terucap. Selebihnya hanya terus menangis.

Sementara anak-anak Samuel, yakni Asdi Datuan, Hendri Datuan, Dion Datuan, dan Risa Oci Datuan juga ikut mengiringi jenazah Samuel hingga ke pemakaman. Si bungsu Risa Oci Datuan tampak digendong oleh kakaknya, Dion Datuan. Meski besar badan keduanya tak jauh berbeda, namun Dion Datuan seolah ingin menunjukkan kedewasaannya di hadapan adiknya. Agar bisa lebih sabar. “Kata bapak sebelum pergi, jangan ganggu Oci. Sayangi Oci. Itu saja,” ucap Dion sambil menggendong adik bungsunya tersebut.

Sementara si sulung, Asdi Datuan mengaku berulang diperingatkan ayahnya untuk rajin sekolah. Harapan ayahnya, agar dirinya beserta adik-adiknya bisa berhasil rupanya begitu besar. “Bapak sempat bilang mau Natal bersama. Pesannya harus rajin belajar di sekolah,” kata Asdi.

Diwartakan sebelumnya, evakuasi 16 jenazah korban aksi KKSB dari Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, selesai. Jumat (7/12), tujuh jenazah yang diterbangkan menggunakan helikopter TNI AD tiba di Timika. Satu di antaranya warga Tenggarong, Kukar. Yakni Samuel Pakiding. 

Darmin Pakiding, adik Samuel, menyebut, kakaknya tewas setelah ditembak anggota KKSB. Ketika itu anggota KKSB mendatangi camp PT Istaka Karya. Seketika memaksa karyawan keluar dari camp lalu digiring ke jalan. “KKSB menembak secara membabi buta. Bahkan ada yang pura-pura mati dan berusaha lari. Tapi tetap saja ditembak. Kakak saya juga sempat lari, tapi KKSB langsung menembak hingga mengenai perut dan kepalanya. Akhirnya meninggal,” bebernya.

Dalam proyek jalan di Papua, Samuel merupakan kepala mandor. “Kakak itu cukup berpengalaman membangun jembatan. Termasuk Jembatan Kartanegara di Tenggarong yang runtuh dulu sempat pernah ikut bekerja,” ungkapnya. (rom/k15)

Berita Terkait