Bantu Pulangkan Warga Eks Gafatar

Bantu Pulangkan Warga Eks Gafatar

  Selasa, 19 January 2016 10:21
MENOLAK GAFATAR: Warga mendatangi kantor Bupati Mempawah dan meminta agar Gafatar dipulangkan segera. Perwakilan warga berorasi menyampaikan aspirasi masyarakat Mempawah. FOTO-FOTO WAHYU IZMIR/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH-Berbagai element dan Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam di Kabupaten Mempawah mengaku siap membantu pemerintah daerah memulangkan ratusan warga Eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Salah satunya dengan menyiapkan armada angkutan bagi warga pendatang itu.

“Kami mendukung dan menyambut baik keputusan Bupati untuk memulangkan warga eks Gafatar. Sebagai bentuk dukungan itu, kami akan mempersiapkan armada angkutan untuk orang maupun barang,” kata Ketua FPI Kabupaten Mempawah, Sawadi, Senin (18/1) di Mempawah.Sawadi menghimbau masyarakat agar menahan diri dan tidak terpancing emosi hingga melakukan tindakan anarkis. Masyarakat hendaknya menyerahkan penyelesaian masalah tersebut kepada pemerintah daerah dan jajaran Muspida Pemerintah Kabupaten Mempawah.

“Pemerintah daerah telah merespon penolakan masyarakat Mempawah terhadap warga eks Gafatar. Bapak Bupati sendiri telah mengutarakan niatnya untuk memulangkan warga eks Gafatar itu. Namun, kita harus bersabar karena pemulangan ratusan warga ini perlu proses,” ujarnya. Lebih jauh, Sawadi mengaku sependapat dengan masyarakat yang menolak keberadaan warga eks Gafatar di Kabupaten Mempawah. Mengingat, Gafatar sendiri merupakan organisasi yang telah divonis sesat oleh MUI dan telah dibubarkan oleh pemerintah.

“Sebaiknya memang warga eks Gafatar ini dipulangkan saja ke tempat asalnya. Kita khawatir dalam jangka panjang, mereka mempengaruhi akidah generasi muda di Mempawah. Buktinya saat ini banyak orang yang melaporkan kehilangan anggota keluarga dan diduga bergabung dengan Gafatar,” bebernya.

Dilain pihak, Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Mempawah, Sayuti, ST mengingatkan agar pemerintah daerah bersikap bijaksana dalam menyelesaikan persoalan warga eks Gafatar tersebut. Mengingat, para warga dari Pulau Jawa itu juga bagian dari masyarakat Indonesia yang harus mendapatkan perlindungan.

“Pemerintah daerah harus bisa menenangkan masyarakat supaya tidak melakukan tindakan-tindakan anarkis. Selesaikan persoalan ini dengan kepala dingin hingga bisa diselesaikan dengan arif dan bijaksana,” harapnya.Karenanya, Legislator Partai Demokrat ini menilai pentingnya peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan tokoh agama serta masyarakat di Kabupaten Mempawah. Supaya, para warga eks Gafatar ini mendapatkan penanganan yang baik dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

“Harus kedepankan rasa kemanusiaan. Masyarakat harus memberikan contoh dan teladan yang baik dalam menyelesaikan permasalahan ini. Kita kedepankan cara-cara yang elegan agar tidak menambah kisruh dan ketegangan yang berujung pada konflik,” sarannya.(wah)

Berita Terkait