Bantu Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Bantu Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

  Senin, 11 February 2019 11:31
FOTO BERSAMA: Tim PKM TPHP Politeknik Negeri Ketapang foto bersama masyarakat Desa Sui Bakau. IST

Berita Terkait

TPHP Politeknik Negeri Ketapang Gelar PKM di Sui Bakau

PROGRAM Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan (TPHP), Jurusan Pengolahan Hasil Perkebunan, Politeknik Negeri Ketapang melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat guna membantu meningkatkan kesejahteraan warga di Desa Sui Bakau, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kamis, 7 Februari 2019.

Irianto Sastro Prawiro SST MMA, Ketua Prodi TPHP menyampaikan bahwa PKM yang dilakukan oleh Prodi TPHP tersebut, merupakan program yang dirancang dan diagendakan setiap tahun. “Tujuannya untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat dengan harapan meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan PKM tersebut juga merupakan tugas pokok dosen yang harus dilaksanakan karena merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sasaran kegiatan tersebut adalah daerah penghasil kelapa di Desa Sui Bakau, Kecamatan Matan Hilir Selatan. Luas areal perkebunan kelapa di sana mencapai 1.539 hektare dan jumlah produksi 752,58 ton (Ketapang dalam angka tahun 2017).

“Ini menjadi tantangan bagi Prodi TPHP untuk membantu masyarakat mengembangkan berbagai produk olahan dari kelapa segar; seperti Virgin Coconut Oil (VCO), Briket, Asap Cair, dan Nata De Coco. Tentunya dengan harapan produk olahan ini dapat memberikan nilai ekonomis tinggi, serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Sui Bakau,” jelasnya.

Sementara itu, Trian Adimarta STP MSc, Ketua Pelaksana PKM Prodi TPHP menyampaikan bahwa ada beberapa program yang dilakukan selama kegiatan, seperti sosialisasi dan pertemuan dengan masyarakat desa. “Sosialisasi ini bertujuan untuk mengenalkan berbagai manfaat dan kegunaan dari buah kelapa yang merupakan komoditas utama di Desa Sui Bakau,” ujarnya.

Pihaknya juga melakukan pengenalan cara dan penggunaan teknologi untuk menghasilkan produk olahan dari buah kelapa. Tim PKM turut lakukan pendampingan untuk melihat sejauh mana solusi yang diberikan dapat berjalan baik. “Pendampingan juga untuk mengantisipasi munculnya kendala dalam melakukan pembuatan produk. Kami berharap nantinya dapat terbentuk program kemitraan dan bisa menjadikan desa ini sebagai sentra produk hasil olahan kelapa, seperti nata de coco, VCO, briket, dan asap cair,” tutup Trian. (mde/ser)

Berita Terkait