Bantu Kesembuhan Irvan Daus, Simpatisan Galang Dana

Bantu Kesembuhan Irvan Daus, Simpatisan Galang Dana

  Senin, 9 November 2015 10:04
SOLIDARITAS: Explore Kayong Utara dan para Pemuda Pemudi Kayong Utara melakukan pengalangan dana membantu Irvan Daus. DANANG PRASETYO/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Kondisi Irvan Daus masih memperihatinkan membuat banyak yang bersimpati. Termasuk pemuda pecinta alam Explore Kayong Utara dan Pemudi Kayong Utara. Mereka menggalang aksi solidaritas penggalangan dana di Simpang Tugu Durian, Sukadana, Kayong Utara, Ahad (8/11). DANANG PRASETYO/Sukadana.

TERIKNYA sinar matahari  tidak menyurutkan semangat mereka melakukan penggalangan dana. Pengalangan dana ini guna membantu pengobatan Irvan Daus, menderita tumor pada bagian kepala. Kini memasuki pengobatan yang kedua kalinya.Orang tua Irvan Daus, Jaslian mengaku kesulitan mencari biaya pengobatan anak kekeduanya itu. Operasi   pertama di rumah sakit swasta di Pontianak menurutnya sudah habis puluhan juta rupiah. Biaya itu dibantu dari pinjaman serta mengadaikan rumah yang ia tempati.Melihat hal itu, koordinator penggalangan dana Harys Pratama Putra atau yang akrab disapa Tile,pihaknya terketuk untuk membantu.

‘’Tumor di bagian kepala itu sudah dioperasi pada pengobatan pertama kali. Puluhan juta rupiah sudah dihabiskan. Nah, kini akan dilakukan operasi kedua. Biayaanya kurang lebih sama dengan yang pertama,’’ ujarnya. Karenanya, dia dan rekan-rekannya berkeinginan untuk membantu meringankan, hingga terciptakan penggalangan dana ini.‘’Kita bersama Pemuda Pemudi Kayong Utara melakukan penggalangan dana,’’ ujarnya lagi.Sementara, orang tua Irvan Daus saat dihubungi mengaku hanya bisa pasrah. Kini dia sudah berhenti bekerja, karena bergantian dengan sang isteri menunggui Irvan di rumah sakit.

‘’Kondisinya pun belum membaik. Kalau mau makan harus disuapi. Disamping itu, kini Irvan tidak bisa bicara. Hanya berbisik lirih saja,’’ ujar Jaslian.Sekarang, Jaslian pun diuber-uber dengan penagih utang, untuk biaya pengobatan Irvan yang pertama. Mereka, para penagih tersebut mendeadline hingga 5 hari ke depan.‘’Saya mau bagaimana lagi. Sudah tidak punya apa-apa lagi. Rumah sudah digadai. Kalau pun nyawa boleh dijaminkan, saya akan melakukannya,’’ ujarnya lagi.Menurut dia,   semua langkah sudah diambil untuk mendapat dana. Termasuk bantuan Pemerintah.‘’Tapi sampai sekarang belum ada bantuan,’’ imbuhnya.

Kalau pun ada hanya dari sumbangan masyarakat dan donatur lainnya yang jelas belum mencukupi untuk kebutuhan berobat anaknya. Bahkan untuk menyambung hidup keluarganya ia terpaksa mengambil sedikit pemberian dari warga yang datang memberikan bantuan uang kepada anaknya. “Kondisi Irvan Daus semenjak selesai di operasi sudah tidak dapat makan, dan bicara lagi, bahkan untuk duduk dan memiringkan badan saja harus dibantu,” tutup Jaslian. Sama seperti ayah yang lain, Jaslian berharap kalau putranya segera sembuh. *

 

Berita Terkait