Bantah Tuduhan Istri, Tantang Tes Narkotika dan Kejiwaan

Bantah Tuduhan Istri, Tantang Tes Narkotika dan Kejiwaan

  Selasa, 24 July 2018 10:00

Berita Terkait

Dugaan Kekerasan dalam Rumah Tangga 

EF,seseorang yang dituding menyebarkan fitnah atas istrinya Nur di media sosial (Facebook) bersama UC, akhirnya angkat bicara. Melalui penasehat hukumnya Syarif Kuriawan, EF membeberkan apa yang sebenarnya terjadi. 

ARIEF NUGROHO, Pontianak 

"AWALNYA kami tidak ingin menanggapi, namun setelah melihat perkembangan beberapa hari terakhir ini, ada komentar-komentar yang kami anggap liar, yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak mengetahui duduk permasalahan yang sebenarnya. Untuk itu perlu rasanya kami lakukan klarifikasinya," ujar Syarif Kurniawan kepada sejumlah wartawan, kemarin.  

Menurut Syarif Kurniawan, perkara (gugatan perceraian) yang dihadapi kliennya saat ini sedang berlangsung di Pengadilan Agama. Dalam hal ini juga, pihaknya juga ditunjuk untuk mendampingi EF dalam perkara pengaduan dugaan perzinahan yang dilakukan istrinya, di Polresta Pontianak. 

"Mau tidak mau, kami harus mengklarifikasi hal ini. Agar orang-orang yang tidak tahu, tidak terjebak dengan permasalahan-permasalahan yang ada.  Sehingga bisa masuk ke ranah pidana, khusunya UU ITE dan fitnah serta ghibah," katanya.

Dikatakan Kurniawan, hal pertama yang ia klarifikasi terhadap tuduhan kepada kliennya tersebut, adalah pengakuan Nur, yang mengaku bukan seorang pecandu narkotika. Bahkan ia (Nur) mengaku yang mengenalkan narkotika kepadanya adalah suaminya (klien kami), yang mana pada saat itu Nur mengaku pernah dicekoki narkotika pada saat hamil umur tiga bulan anak pertamanya.

"Ini yang perlu kami klarifikasi. Terkait masalah narkoba ini, diduplik di Pengadilan Agama, kami sudah menyampaikan kepada majelis hakim untuk bisa dilakukan tes narkotika kepada kedua belah pihak. Baik klien kami maupun kepada Nur. Dengan adanya hal ini, jika memang dia mengannggap kami berbohong, silahkan laporkan. Saran kami, laporkan. Kalapun anda kurang cukup bukti, kami akan bantu anda, walaupun anda lawan kam," bebernya. 

Terkait dengan tes narkotika, pihaknya berharap agar Nur melakukan tes narkoba, yang nanti hasilnya akan dipublis, agar masyarakat tahu, mana yang benar. Kalau memang mencari kebenaran. 

“Kami siap menanggung biayanya. Tidak hanya narkotika, kami bahkan minta tes kejiwaan. Biar adil, biar fair,” paparnya.

“Terkait narkotika juga, sangat tidak mungkin seorang ayah mau mencuni istrinya yang sedang hamil dengan narkotika. Jadi sangat tidak logis,” sambungnya.

Selain narkotika, tudingan KDRT yang dilakukan kliennya terhadap istrinya. 

"Di sini, Nur mengaku dipikul, dianiaya, ditodong menggunakan pistol, dengan senjata. Buktinya mana? Memang dulu pernah ada laporan di Polresta dan Polda yang kemudian selesai setelah mediasi. Namun demikian, itu bukan tanpa alasan," jelasnya.

Berkaitan dengan kepemilikan senjata, lanjut Kurniawan,  khususnya senjata api tidak mungkin semudah itu masyarakat awam, seperti kliennya untuk memiliki senjata api. 

“Bicara hukum, anda harus punya fakta dan data,” katanya 

Terkait dengan bantahan Nur tidak melakukan poliandri dengan seorang lelaki berinisial W, Kurniawan mengaku memiliki sederet bukti, fakta dan saksi yang bisa dipertanggungjawabkan. Bahkan saksi-saksi tersebut  telah dihadirkan baik itu diperiksaan di Pengadilan Agama, maupun pihak kepolisian. Baik yang tertulis, lisan maupun yang lain-lainnya. 

"Sangat gamblang. Bahwa Nur melakukan nikah siri di saat dia masih menjadi istri sah dari kliennya. Jika merasa ini adalah semua kebohongan dan fitnah, dipersilahkan dilaporkan. Di sini ada penghulu, ada orang memboking kamar, orang yang memesan cathering makanan dan beberapa teman Nur. Kalau ada meresa ini adalah fitnah, silahkan melapor," tegasnya.

Terakhir, terkait nama UC, orang yang disebut-sebut bersama EF melakukan pencemaran nama baik di media sosial, Kurniawan mengaku, pihaknya tidak mengenal Ucok Silaban. "Kami tidak mengenalnya,"pungkasnya.

Sementara itu EF mengatakan, apapun hasil keputusan Pengadilan Agama, terlebih menyangkut hak asuh anak, pihaknya selaku ayah tidak akan menghalang-halangi ibunya untuk menjenguk anak-anak. Demikian juga sebaliknya. (*)  

 

Berita Terkait