Banjir Kepung Meliau dan Kapuas, Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi

Banjir Kepung Meliau dan Kapuas, Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi

  Rabu, 9 January 2019 10:25
BANJIR: Beginilah kondisi rumah warga yang terkena dampak banjir di Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau. Warga yang kebanjiran sudah mulai mengungsi. ISTIMEWA

Berita Terkait

MELIAU – Banjir bandang melanda sejumlah desa di Kabupaten Sanggau, sejak beberapa hari lalu. Akibat peristiwa ini, ribuan penduduk terdampak dan sedikitnya ada 400 jiwa yang terpaksa mengungsi. Hingga kemarin, sebagian wilayah tersebut masih terendam. 

Bupati Sanggau, Paolus Hadi menyampaikan bahwa laporan banjir yang ia terima terjadi di dua lokasi yakni Desa Kunyil, Kecamatan Meliau dan Desa Lintang Pelaman, Kecamatan Kapuas. “Kalau ada daerah lain, saya belum menerima laporannya. Tapi saya sudah minta BPBD untuk monitor semua wilayah Sanggau,” katanya, Selasa (8/1). 

Menurut Paolus, dua desa tersebut biasanya jarang dilanda banjir karena berada di dataran tinggi. Namun ia mengakui bahwa kedua desa ini dilintasi aliran sungai. Di Desa Lintang Pelaman terdapat Sungai Ensogak yang lebarnya sekitar 7-8 meter. Di Desa Kunyil juga ada Sungai Boyan.  

Ia menduga banjir ini disebabkan oleh luapan sungai menyusul tingginya curah hujan pada beberapa hari belakangan. “Saya sudah minta BPBD untuk segera mengambil langkah apa yang perlu dilakukan segera. Kalau yang di posko pengungsian saya minta diurus, protapnya seperti apa termasuk dukungan dari pemerintah,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Tagana Kecamatan Meliau, Franki Siswanto menyampaikan, ada dua desa dan tujuh dusun di Kecamatan Meliau yang dilanda banjir. Hingga pagi kemarin, sedikitnya ada empat dusun yang dilaporkan masih terendam.

“Warga yang rumahnya masih terendam sementara mengungsi ke rumah kerabatnya di dataran yang lebih tinggi,” ungkapnya. Franki menyebut, dua desa yang terendam yaitu Kunyil dan Cupang. Ada sekitar tiga ribu jiwa yang tinggal di dua desa dan tujuh dusun yang dilanda banjir tersebut. Ketinggian air di dalam rumah yang masih terendam sampai pagi kemarin sekira sepuluh sentimeter.

“Tadi anggota kami sudah ngecek lagi di sana. Di Desa Kunyil masih tergenang banjir yaitu di Dusun Nek Lalau, Dusun Balai Putih dan Dusun Embawang. Ada lansia delapan orang, ibu hamil dua orang, bayi satu orang dan rumah rusak berat akibat terjangan banjir ada satu rumah. Itu di Desa Kunyil aja ya. untuk Desa Cupang kami belum bisa masuk karena desa sudah dikelilingi banjir. Air itu dari Kunyil turun ke Desa Cupang,” terangnya.

 Untuk jumlah pengungsi di Desa Kunyil, menurutnya sekitar 400 jiwa. Pihaknya sudah mendirikan empat posko pengungsian di desa tersebut. Guna menanggulangi bencana ini, Franki mengaku sudah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sanggau, Dinas Sosial Kabupaten Sanggau dan Dinas Sosial Provinsi Kalbar. 

“Untuk Dinas Sosial Kabupaten Sanggau sudah saya hubungi tapi belum ada tindak lanjut, apalagi turun ke lapangan. Dinas Sosial Provinsi mereka sudah siap mengirimkan bantuan. Hari ini (kemarin) camat dengan BPBD Sanggau sedang menuju lokasi banjir,” katanya. (sgg)
 

Berita Terkait