Banjir Kembali Rendam Landak

Banjir Kembali Rendam Landak

  Senin, 10 June 2019 10:13

Berita Terkait

Siagakan Posko Kesehatan

NGABANG – Hujan deras yang terjadi sejak jum’at 7 Juni 2019 di wilayah Kabupaten Landak mengakibatkan beberapa kecamatan di Kabupaten Landak mengalami musibah seperti banjir di Kecamatan Mandor, Kecamatan Sengah Temila dan tanah longsor di Kecamatan Kuala Behe sehingga berdampak pada lumpuhnya aktifitas masyarakat dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari.

Seperti di Desa Mandor, Kecamatan mandor akibat tingginya intensitas curah hujan yang mengakibatkan meluapnya sungai mandor sehingga masyarakat di Desa Mandor mengalami musibah banjir yang terjadi sejak jum’at malam (7/6) hingga saat ini masih menggenangi rumah warga.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengatakan, Pemkah telah memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir di Kecamatan Mandor. Fokus Pemkab saat ini ialah untuk memberikan pertolongan evakuasi kepada masyarakat yang masih berada ditempat tinggal mereka dengan menurunkan personil dari BPBD Kabupaten Landak yang bantu dari pihak TNI dan POLRI.

Pihaknya juga telah menyiapkan posko pengungsian, posko kesehatan, dapur umum dan bantuan sembako serta pertolongan evakuasi kepada korban tedampak banjir. Sementara bagi warga yang sakit saat ini sudah dirawat di Puskesmas yakni satu orang akan melahirkan dan satu orang lumpuh.

“Kita juga bekerjasama dengan pihak Kodim 1201/Mempawah dan Polres Landak untuk mambantu BPBD Kabupaten Landak dalam melakukan evakuasi terhadap masyarakat yang masih berada di tempat tinggal mereka,” ucap Bupati Landak saat mengunjungi korban banjir di Desa Mandor, Sabtu (8/6) malam.

Kedatangan Bupati dikhususkan untuk melihat kondisi posko pengungsian di Kantor Desa Mandor serta mengunjungi kediaman orang tua korban yang meninggal dunia. “Untuk saat ini kondisi kedalaman air sudah mulai berkurang namun hanya rumah yang berada di bantaran sungai masih terendam banjir, tetapi kita masih meminta masyarakat untuk tetap mengungsi di posko pengungsian mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan yang dikhawatirkan mengakibatkan banjir kembali lagi,” ucap Bupati Landak.

Bupati pun mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Landak dalam situasi bencana dan musibah ini agar berhati-hati serta saling menjaga. “Apabila kondisi tempat masyarakat sudah terendam banjir dan tidak bisa ditempati sebaiknya mengutamakan keselamatan jiwa dengan mengungsi di Posko pengungsian yang berada di Kantor Desa Mandor,” ujarnya.

Banjir Meluas

Sementara itu Kepala BPBD Landak, Banda Kolaga menjelaskan, terdapat tiga Dusun yang terkena banjir yakni Dusun Mandor dengan jumlah korban yang terkena dampak banjir 983 jiwa atau 250 Kepala Keluarga (KK), Dusun Kopiang 47 jiwa atau 13 KK dan Dusun Liansipi 18 jiwa atau 5 KK dengan menelan satu orang korban jiwa Heru Gunawan (19) tahun.

Tiga Dusun terdampak banjir di Kecamatan Mandor yakni Dusun Mandor, Dusun Kopiang dan Dusun Liansipi. Jumlah korban yang terkena banjir sebanyak 1.048 jiwa atau 268 Kepala Keluarga (KK) dengan menelan satu korban jiwa. “Selain di Kecamatan Mandor, banjir di Kabupaten Landak juga terjadi di empat Kecamatan lainnya yaitu Ngabang, Air Besar, Kuala Behe, dan Sengah Temila,” kata Banda, Minggu (9/6).

Khusus di Kecamatan Ngabang, debit air terus meningkat Sabtu (8/6) pagi. Meski begitu belum ada laporan warga yang mengungsi. Ia juga mengimbau kepada warga yang bermukim di bantaran sungai untuk waspada banjir terlebih curah hujan di wilayah perhuluan masih tinggi. "Kami telah menurunkan sejumlah personel di sejumlah titik banjir untuk mengevakuasi korban," terangnya. 

Banjir Telan Korban Jiwa

Banjir yang melanda Desa Mandor, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak Sabtu (8/6) merenggut korban jiwa. Heru Gunawan (19) warga Desa Mandor Kecamatan Mandor ditemukan tak bernyawa oleh beberapa kerabatnya di bawah kolong rumah.

Kapolsek Mandor, IPTU Anuar syarifudin menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh Nanda, Iwan dan Gilang, kerabat almarhum. Saat itu korban bersama Nanda dan berberapa kerabatnya tengah mandi di areal sekitar rumahnya yang terkena banjir. Selang berberapa saat kemudian korban terlihat oleh Nanda sedang menyelam di dekat rumahnya. Namum korban tak kunjung muncul. 

Ketiganya pun berinisiatif untuk melihat di bagian belakang rumah korban terlihat kaki korban. Mereka mencoba menolong, namun korban tidak dapat dikeluarkan dari bawah kolong rumahnya. Kemudian iwang berteriak dan meminta tolong pada warga sekitar dan berberapa warga menolong korban. 

"Korban lalu dibawa ke Puskesmas Mandor, namun korban tidak dapat diselamatkan," terang Kapolsek dihubungi Pontianak Post, Sabtu (8/6). (mif)

Berita Terkait