Banjir Kembali Genangi Rumah Warga

Banjir Kembali Genangi Rumah Warga

  Senin, 29 April 2019 11:04
BANJIR: Hujan yang turun beberapa hari terakhir kembali menggenangi sejumah rumah warga di Kubu Raya. foto Ashri isnaini/pontianak post

Berita Terkait

SUNGAI RAYA – Curah hujan yang terjadi di Kubu Raya dan sekitarnya sejak siang hingga jelang malam pada Sabtu (27/4) kemarin membuat sejumlah titik di kabupaten ini terendam banjir, seperti di Desa Parit Baru.

“Kalau jumlah detailnya saya belum tahu yang pasti seperti di Parit Tengkorak dan Parit Sembin itu cukup banyak rumah warga yang terendam banjir,” kata Kepala Desa Parit Baru, Musa kepada Pontianak Post, Minggu (28/4). 

Berdasarkan pantauan di lapangan, ketinggian banjir mulai dari 10 centimeter hingga  50 centimeter. Musa menerangkan untuk ketinggian banjir disetiap titik bervariasi tergantung dari ketinggian kawasan pemukiman warga. “Info yang saya dapat, ada beberapaa rumah warga yang tingginya sudah lebih dari 60 centimeter,” jelasnya. 

Meskipun belum ada yang mengungsi pindah ke daerah lain, namun kata Musa berdasarkan laporan yang diterimanya di lapangan, beberapa warga yang terendam rumahnya saat ini sudah ada yang menumpang tinggal sementara di rumah keluarga atau tetangga terdekat yang tak jauh dari kediamannya. 

Lantaran menilai banjir menjadi salah satu masalah yang kerap terjadi membuat Musa berharap Pemerintah Kubu Raya melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kubu Raya untuk melakukan kajian dan menganalisis untuk mengatasi masalah banjir di Kubu Raya. Musa melihat salah satu penyebab terjadinya banjir lantaran air yang tergenang tidak mudah surut lantaran sudah banyak terjadi penyumbatan saluran air. 

“Makanya saya berharap ke dinas terkait untuk melakukan analisis atau kajiaan sehingga menemukan solusi agar ke depan setidaknya kalaupun terjadi banjir, ketinggian tidak separah saat ini. Karena saya melihat setiap tahun ada penambahan ketinggian air apalagi saat masuk musim hujan,” jelasnyaa.  

Secara terpisah, Anggota Komisi III DPRD Kubu Raya, Hamdan menilai banjir merupakan salah satu masalah rutin yang hampir selalu terjadi setiap tahunnya di Kubu Raya, terutama saat musim air pasang dan hujan deras. 

Menurutnya penyebab terjadinya banjir salah satunya karena tersumbatnya saluran air karena adanya penyempitan parit menuju ke muara sungai besar seperti Sungai Kapuas. 

“Coba dilihat, kalau dulu saat banjir menggenang lebih mudah surutnya, karena kondisi saluran air atau paritnya cukup baik, namun saat ini sudah banyak bangunan liar yang dibangun di atas parit, sehingga membuat aliran air menjadi lebih lama surutnya,” ungkapnya. 

Agar kasus serupa tidak kembali terulang, Hamdan pun mengimbau Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kubu Raya untuk secara rutin melakukan pengecekan dan membersihkan saluran air yang mulai menyumbat. “Kalau memang diperlukan, lakukan normalisasi secara rutin,” ucapnya. 

Hamdan juga mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga kebersihan di lingkungan tempat tinggal masing-masing misalnya dengan membuang sampah pada tempatnya. Kalau memang ditemukan ada tumbuhan liar seperti rumput dan sejenisnya yang mulai banyak tumbuh di sekitar saluran air saya rasa bisa dibersihkan secara gotong royong dengan jadwal rutin.

“Kalau untuk hal-hal yang kecil misalnya untuk membersihkan lingkungan sekitar rumah atau pemukiman, warga bisa bergotong royong,” pungkasnya. 

Dari pantauan di lapangan seperti parit di Jalan Nurul Huda depan bekas Sekolah Guru Olahraga (SGO) Desa Parit Baru banyak berdiri  bangunan liar. Bahkan ada yang menjadi tempat tinggal.  Kondisi ini jelas mengganggu kelancaran aliran air. Harus ada solusi terhadap masalah ini. Bisa saja dilakukan penertiban. (ash) 

Berita Terkait