Bangun Tol Laut Kijing

Bangun Tol Laut Kijing

  Sabtu, 3 September 2016 09:30
TINJAU PELABUHAN: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) didampingi Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya saat meninjau terminal peti kemas PT Pelindo II Pontianak, Jumat (2/9)

Berita Terkait

PONTIANAK - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi meninjau Pelabuhan Dwikora Pontianak, Jumat (2/9) petang. Kedatangannya yang pertama kali ke Kalbar sejak menjabat sebagai menteri itu sekaligus memastikan pelabuhan tol laut akan segera dibangun dalam waktu dekat.

Didampingi Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya dan Kapolda Kalbar, Irjen Pol Musyafak, menhub langsung meninjau terminal peti kemas. Budi mengaku terkejut dengan kapasitas pelabuhan Dwikora yang dinilai cukup besar meskipun posisinya berada di tepian sungai.

"Saya surprise melihat pelabuhan di sungai, tapi punya kapasitas cukup besar," katanya. Menurut Budi, kebutuhan logistik di setiap daerah sangat penting dalam menunjang roda perekonomian. Dia menyebut, pemerintah saat ini tengah mengupayakan segera merealisasikan program tol laut yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Keberadaan pelabuhan dinilai sangat berpengaruh dengan suplai logistik serta disparitas harga. "Disparitas harga di tempat terpencil sangat mengkhawatirkan, mahal sekali itu," ungkapnya.

Seperti di Kepulauan Natuna misalnya, logistik di sana disuplai dari Jakarta. Budi berkeinginan melakukan playroad logistik dari Jakarta ke Pontianak dipersiapkan menggunakan kapal swasta.
"Setelah itu, dari Pontianak ke Natuna menggunakan kapal perintis. Itu nanti akan subsidi," bebernya.

Dengan pola seperti itu, jangka waktu pengiriman logistik akan lebih efisien. Selama ini, kiriman logistik dari Jakarta ke Natuna membutuhkan waktu 21 hari dengan suplai 250 ton. Jika bisa dari Pontianak, waktu akan jauh lebih singkat yakni hanya 10 hari. " Bisa dibayangkan produktivitasnya meningkat. Harganya toh Jakarta Pontianak sama," terangnya.

Tol laut yang sedang diupayakan saat ini kata Budi, juga akan menimbulkan kebangkitan ekonomi yang baik. Saat ini kata Budi, pemerintah tengah membuat suatu planning pembangunan pelabuhan internasional di Pantai Kijing, Kabupaten Mempawah.

Kijing dinilai cocok. Selain letaknya yang strategis dan menjorok langsung ke lautan, kedalaman juga layak. "Kalau di sini (pelabuhan Dwikora) draft-nya 4 meter, sedangkan di sana 14. Kita bisa bayangkan punya pelabuhan yang besar sekali,"katanya.

Kalbar sebut Budi, punya wilayah sangat luas. Saat ini, logistik dari luar negeri harus melalui pelabuhan di Jakarta dulu sebelum disuplai ke Pontianak. Apabila pelabuhan internasional sudah ada di Pontianak dan terkoneksi, tentu saja arus perdagangan dan jasa kata Budi bisa langsung ke Kalbar.

Diungkapkan Budi, pembangunan tol laut di Kijing cukup memakan waktu tidak sedikit, bisa hingga tiga tahun. Dia memastikan, pembangunan akan dimulai pada akhir tahun 2016. Jika pembangunan selesai, pelabuhan bisa melayani dalam dan luar negeri. "Kita lagi membuat DED (detailed engineering design). Anggaran total 12 triliunan pembangunan tol laut. Bisa  sampai Eropa melayaninya,"tukasnya. (Gus)

Berita Terkait