Bangun Kawasan Wisata, Warga Sungai Kupah dan Jeruju Besar Hibahkan Lahan

Bangun Kawasan Wisata, Warga Sungai Kupah dan Jeruju Besar Hibahkan Lahan

  Rabu, 12 June 2019 10:56
HIBAH LAHAN: Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menyaksikan secara simbolis hibah lahan masyarakat Kubu Raya untuk pengembangan sektor pariwisata di kabupsaten ini | foto Ashri Isnaini

Berita Terkait

SUNGAI RAYA – Sejumlah warga desa Sungai Kupah dan Desa Jeruju Besar, Selasa (11/6) secara simbolis menghibahkan tanah yang dimiliki ke Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Lahan yang dihibahkan ini rencanaya akan dikembangkan menjadi destinasi wisata di Kubu Raya. 

Kepala Desa Jeruju Besar, Nurhalijah menerangkan pada dasarnya hibah lahan dari sejumlah warga di desanya telah dilakukan sejak tahun 2017. Adapun jumlah lahan yang dihibahkan sejumlah warga  desa Sungai Kupah yakni sekitar 9.645  meter persegi.  

“Kala itu, tiga warga ini baru menghibahkan lahannya ke pemerintah desa, dan sekarang ditindaklaanjuti, lahan yang telah dihibahkan ke pemerintah desa ini kembali kami hibahkan ke Pemkab Kubu Raya untuk pengembangan wisata di Kubu Raya, khususnya di Desa Sungai Kupah,”katanya.   

Nurhalijah menceritakan sejak tahun 2016 lalu masyarakat dan pemerintah desa yang dipimpinnya telah sepakat mengembangkan potensi alam untuk menjadi salah satu daerah pengembangan pariwisata. Lantaran dekat dengan laut dan memiliki pantai yang eksotis, menurutnya cukup banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan di desanya. 

Untuk mulai merintis pengembangan destinasi wisata di Desa Jeruju Besar, kata Nurhalijah sejak beberapa tahun lalu secara swadaya masyarakat di desa mulai membangun gaazebo sederhana dan sedikit memperbaiki akses jalan menuju ke lokasi wisata yang akan dikembangkan. 

“Makanya saya sangat bersyukur setelah dihibahkan, Pemkab akan segera membangun destinasi wisata yang lebih baik lagi di desa Jeruju Besar. Dan saya berharap dengan pengembangan destinasi wisata ini secara tak langsung bisa mendongkrak tingkat penghasilan dan kesejahteraan masyarakat di desa,” ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala Desa Sungai Kupah, Sabri mengaku sejak tahun 2017, pemerintah desa yang dipimpinnya sudah mendapat bantuan anggaran pembangunan track mangrove di Tanjung Intan dari pemerniitah pusat melalui program CCDP IFAD. Lantaran pembangunannya masih terbatas, membuatnya berinisiatif merangkul masyarakat sektitar khusunya para pemuda desa setempat secara swadaya untuk mengembangkan dan mengelolaa potensi wisata termasuk tranck mangrove yang telah dibangun. “Alhamdulillah, seiring berjalannya waktu, kami bersyukur ada warga yang ingin menghibahkan lahannya untuk pengembangan wisata di desa kami. Dan kemudian kami tindaklanjuti untuk menghibahkan lahan seluas 13.750 meter persegi tersebut ke ke Pemkab Kubu Raya,” ungkapnya. 

Sabri berharap dengan adanya hibah lahan ini bisa mempermudah pemerintah desa setempat untuk segera membangun dan mengembangkan destinasi wisata di desanya. “Saya yakin, kalau pengembangan wisata ini maksimal dilakukan, maka akan mendorong percepatan peningkatan penghasilan dan kesejahteraan masyarakat. Karena masyarakat bisa juga terlibat langsung untuk mengelola dan mengembangkan destinasi wisata yang ada,” ungkapnya. 

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengatakan hibah lahan dari sejumlah warga Kubu Raya tersebut dinilai sangat membantu pengembangan wisata di Kubu Raya.  Apalagi saat ini kata Muda, di Desa Sungai Kupah dan Desa Jejuru Besar masing-masing sudah memiliki potensi destinasi wisata. 

“Di Sungai Kupah itu sudah ada taman mangrove walaupun masih dibangun secara sederhana, dan di Jeruju Besar ada tempat wisata yang cukup dekat dengan pantai. Dengan adanya hibah lahan dari warga ini, saya rasa sangat bermanfaat untuk lebih maksimal dalam mengembangkan destinasi wisata di dua desa ini,” kata Muda kepada wartawan usai menghadiri penyerahan hibah lahan dari warga Desa Sungai Kupah dan Desa Jeruju Besar ke Pemkab Kubu Raya, Selasa (11/6) di Ruang Rapat Bupati Kubu Raya. 

Dengan adanya kepastian hukum tentang hibah lahan dari masyarakat tersebut, kata Muda maka akan mempermudah pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi wisata di Kubu Raya. 

“Kami sangat mengapresiasi niat baik warga Kubu Raya yang menghibahkan lahannya untuk mengembangkan destinasi wisata di Kubu Raya. Dan amanah ini Insya Allah kami optimalkan untuk membangun destinasi wisata yang lebih baik lagi ke depan,” ujarnya.

Bupati pertama Kubu Raya ini pun mengaku, salut dengan niat baik warga Kubu Raya, lantaran berfikir visioner dengan menghibahkan lahan yang dimiliki. Adanya pembanguann destinasi wisata yang maksimal, menurutnya secara tak langsung akan memicu peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat nantinya. 

Muda meyakini, khusus di kawasan Sungai Kupah dan Jeruju Besar memiliki daya tarik dan eksotis tersendiri, misalnya terdapat kampung nelayan, perkebunan kelapa dan pantai yang masih asri. “Tinggal pengembangan infrastruktur yang harus didorong, sehingga akses orang untuk mengunjungi lokasi wisata ini akan lebih mudah.  Dan saya yakin dengan kepastian hukum hibah lahan yang ada saat ini bisa membuat lebih mudah dan mempercepat pembangunan sektor pariwisata di Kubu Raya, khususnya di dua desa ini,” ungkapnya. 

Menurutnya untuk di Desa Jeruju Besar akan dikembangkan wisata Equator Park, sedangkan di Desa Sungai Kupah wisata telur berdiri.  Muda pun menegaskan, salah satu hal dasar yang harus dibangun untuk pengembangan destinasi wisata yakni peningkatan infrastruktur seperti jalan dan jembatan. Peningkatan infrastruktur diperlukan lantaran untuk memudahkan para wisatawan mengunjungi lokasi wisata yang dituju. 

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kubu Raya, Cicilia Tri Agustina menambahkan, usai mendapatkan kepastian dan legalitas hibah lahan dari masyarakat,  pihaknya akan menindaklanjuti dan mengajukan anggaran ke pemerintah pusat melalui DAK tahun 2020 mendatang. “Sebelumnya, pengucuran dana DAK untuk pengembangan wisata di Kubu Raya juga tidak ada masalah. Dan saya yakin dengan ada kepastian hukum hibah lahan ini usulan anggaran untuk pengembangan wisata di Kubu Raya bisa didapaatkan,” paparnya. (ash)

Berita Terkait